Rektor Kütahya Dumlupınar University, Prof. Dr. Süleyman Kızıltoprak, menjelaskan, program beasiswa Turki dirancang untuk membantu mahasiswa internasional mengakses pendidikan berkualitas tinggi. Mahasiswa yang berprestasi bahkan bisa mendapatkan pembebasan biaya kuliah mulai tahun kedua.
“Bagi mahasiswa internasional, program Study in Turkey menyediakan sekitar 20.000 beasiswa, namun setiap tahunnya hanya sekitar 4.000 mahasiswa yang mendapatkan kesempatan tersebut,” kata Kızıltoprak kepada Medcom.id, di sela-sela acara Turkish Universities Fair 2026, di Hotel Pullman, Jakarta, Sabtu, 24 Januari 2026.
Ia menambahkan, pada tahun pertama mahasiswa internasional biasanya membayar biaya kuliah sendiri. Namun jika mahasiswa menunjukkan prestasi akademik yang sangat baik di tahun kedua, pemerintah Turki melalui program beasiswa dapat menanggung biaya kuliah mereka.
Persyaratan Mudah Tanpa TOEFL
Kızıltoprak mengatakan, persyaratan masuk universitas di Turki cukup sederhana. Calon mahasiswa hanya perlu menyiapkan ijazah SMA dan biaya kuliah sekitar USD800 atau sekitar Rp13 juta untuk tahun pertama.
“Cukup ijazah SMA dan biaya kuliah sekitar 800 dolar AS untuk tahun pertama. Saat ini di Turki juga tersedia program sarjana yang dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Ini merupakan peluang yang sangat baik bagi mahasiswa internasional, dan ijazah kami diakui di seluruh dunia,” jelas dia.
Selain itu, mahasiswa tidak diwajibkan memiliki sertifikat TOEFL. Universitas menyediakan kelas bahasa Turki yang dapat diselesaikan dalam satu atau dua semester hingga mencapai level C1, sebelum memulai perkuliahan reguler. Pendaftaran dapat dilakukan melalui e-mail dengan melampirkan dokumen seperti paspor, foto, dan ijazah.
Untuk biaya hidup, mahasiswa perlu menyiapkan anggaran minimal USD600 untuk asrama dan USD600 untuk kebutuhan sehari-hari per tahun. Universitas juga menyediakan makan siang dan makan malam dengan harga sangat terjangkau, hanya 50 sen per porsi.
Saat ini, Kütahya Dumlupınar University telah menampung sekitar 400 mahasiswa Indonesia yang membentuk komunitas solid. Universitas menjamin keamanan dan kenyamanan tanpa adanya diskriminasi atau islamofobia seperti yang sering terjadi di negara Eropa.
“Tidak ada diskriminasi rasial maupun Islamofobia seperti yang sering terjadi di Eropa. Turki adalah negara yang aman. Saat ini kami memiliki komunitas mahasiswa Indonesia yang cukup besar, sekitar 400 mahasiswa Indonesia memilih belajar di universitas kami, dan mereka membentuk komunitas yang baik dan solid,” tutupnya. (Bramcov Stivens Situmeang)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
