Melansir laporan dari Variety pada Selasa, 17 Februari 2026, Ballal mengungkapkan melalui media sosialnya bahwa pelaku serangan adalah kelompok yang sama yang pernah menargetkan dirinya sesaat setelah kemenangan besarnya di ajang Academy Awards pada Maret 2025 silam.
Insiden terbaru ini dilaporkan jauh lebih mencekam. Ballal memaparkan bahwa kakaknya harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka, sementara empat anggota keluarga lainnya diculik oleh kelompok penyerang.
“Dua minggu lalu, kami berhasil mendapatkan keputusan dari pengadilan Israel yang menyatakan area sekitar rumah saya tertutup bagi warga non-residen,” ungkap Hamdan Ballal.
“Namun, para pemukim menyampaikan perintah itu dan terus datang hampir setiap hari,” lanjutnya.
Situasi pun kini diperparah dengan dugaan pembiaran oleh aparat keamanan di wilayah Khirbet Susya, Perbukitan Hebron Selatan. Ballal menyebut bahwa kini pihak kepolisian dan militer tidak memberikan tindakan apa pun meski telah dihubungi berkali-kali.
“Hari ini, Shem Tov Lusky, pemukim yang menyerang saya di rumah sesaat setelah saya menang Oscar tahun lalu, datang lagi. Kakak saya memanggil polisi, namun tentara datang lebih dulu dan langsung menggerebek rumah kami serta menyerang semua orang di dalamnya,” ungkap Ballal.
Rentetan Intimidasi Pasca-Kemenangan Oscar
Ini bukan pertama kalinya Ballal menghadapi intimidasi fisik. Dua minggu setelah membawa pulang Piala Oscar 2025, ia sempat diserang di desa Susiya dan dibawa paksa dari ambulans oleh tentara Israel.
Saat itu, ia ditahan dengan mata tertutup selama 24 jam di sebuah pangkalan militer sebelum akhirnya dibebaskan.
Pihak Academy of Motion Picture Arts and Sciences sempat menuai kecaman karena dinilai lamban memberikan perlindungan atau dukungan publik. Academy baru mengeluarkan surat resmi berisi permohonan maaf dan menyebutkan nama Ballal secara eksplisit setelah gelombang protes menguat.
Film No Other Land sendiri merupakan karya kolaborasi lintas batas antara sineas Israel dan Palestina, yakni Yuval Abraham, Hamdan Ballal, Basel Adra, dan Rachel Szor. Dokumenter ini merekam perjuangan komunitas Palestina di Tepi Barat yang terancam penggusuran paksa.
Meski sukses menyabet penghargaan bergengsi termasuk di Berlin Film Festival, film ini harus dirilis secara mandiri di Amerika Serikat lantaran banyak distributor yang enggan mengambil risiko untuk menayangkannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
