Menanggapi hal ini Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) melalui Ketua Umum, Yenny Wahid, menyebut peristiwa ini sebagai pukulan telak bagi federasi.
Kasus ini mulai terkuak setelah delapan atlet memberanikan diri melapor pada 28 Januari 2026. Namun, setelah Tim Pencari Fakta (TPF) dibentuk, jumlah pelapor terus bertambah.
Contents
FPTI dukung pendampingan hukum terhadap atlet
Yenny menegaskan, pelaporan ke kepolisian dilakukan langsung oleh para atlet karena kedudukan hukum (legal standing) korban berada di tangan mereka sendiri. FPTI, dalam hal ini, memberikan dukungan penuh melalui pendampingan hukum dari Peradi dan LBH APIK.
“Beberapa atlet kami kemarin memutuskan untuk membuat pelaporan ke polisi. Atletnya yang lapor karena FPTI tidak bisa melapor (karena bukan korban langsung). Atlet membuat pelaporan, nanti akan dijelaskan secara lebih lengkap oleh pengacara pendamping dari para atlet,” ujar Yenny, Rabu, 4 Maret 2026.
Tak ada toleransi untuk pelaku
Yenny menyebut, langkah hukum ini diambil sebagai bentuk keseriusan dalam menyikapi dugaan penyimpangan perilaku yang dinilai sudah melampaui batas norma dan hukum. FPTI tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kekerasan di dalam organisasi yang dipimpinnya.
“Bagi kami, perlindungan terhadap atlet adalah prioritas utama. Semua orang yang berada dalam komunitas panjat tebing harus dijaga martabatnya, dijaga keamanannya, baik keamanan mental maupun keamanan fisiknya. Jadi, tidak ada toleransi sama sekali, zero tolerance,” tegasnya.
FPTI keluarkan SK Penonaktifan terduga pelaku
Selain jalur hukum, FPTI juga telah mengeluarkan SK penonaktifan bagi pelatih kepala yang menjadi terduga pelaku. Investigasi internal pun terus berjalan guna membedah anatomi pelanggaran, baik dari sisi etik maupun hukum.
Momentum transformasi total
Peristiwan yang cukup mencoreg cabor panjat tebing ini menjadi momentum bagi FPTI untuk melakukan transformasi total.
Federasi berkomitmen untuk memperkenalkan sistem safeguarding dan protokol whistleblower yang lebih profesional, menggantikan sistem yang selama ini lebih condong pada asas kekeluargaan dan solidaritas semata.
Menurutnya, prestasi yang tinggi tidak akan ada artinya jika di baliknya terdapat praktik-praktik yang merusak harkat manusia.
“Kita tidak boleh hanya menuntut atlet berprestasi tapi tidak memberikan perlindungan maksimal kepada mereka,” pungkas Yenny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
