Posisi “W” adalah cara duduk di mana anak bertumpu pada bokong dengan kedua lutut ditekuk ke depan, sementara kaki terbuka ke samping mengikuti garis pinggul, hingga membentuk huruf “W” jika dilihat dari atas. Posisi ini sering dipilih karena terasa stabil, dan membuat anak lebih mudah bergerak saat bermain.
Pada banyak anak, posisi ini terasa nyaman karena bentuk tulang paha, yang sedikit mengarah ke dalam (anteversi femoral), yang memang umum terjadi pada masa pertumbuhan.
Contents
Dari mana asal kekhawatiran tentang duduk ‘W’
Dilansir dari Parents, kekhawatiran tentang posisi duduk “W” berasal dari pandangan lama di dunia ortopedi, pada era 1960-an hingga 1970-an.
Saat itu, para ahli menganggap bahwa kebiasaan berjalan dengan jari kaki mengarah ke dalam, disebabkan oleh masalah otot atau jaringan lunak.
Menurut Greg Hahn, MD, pemikiran tersebut mendorong orang tua untuk melarang posisi duduk seperti “W”, agar otot tidak terus meregang dan memperparah kondisi tersebut.

(Terlalu lama anak duduk dengan posisi “W” dikhawatirkan beririko pigeon toes, yaitu Kaki cenderung berbentuk X atau mengarah ke dalam saat berdiri/berjalan. Foto: Dok. Ilustrasi Emma Darvick/Parents)
Namun, penelitian sejak tahun 1980-an oleh Lynn Staheli, MD, menunjukkan bahwa kondisi tersebut merupakan variasi normal pada anak. Banyak kasus akan membaik dengan sendirinya, tanpa perlu penanganan khusus.
Selain itu, pola berjalan manusia pada dasarnya tidak selalu lurus sempurna. Banyak yang sedikit mengarah ke dalam atau ke luar, dan hal ini lebih terlihat pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Dampak sebenarnya dari posisi ‘W’
Berdasarkan penelitian terbaru, posisi duduk “W” tidak terbukti menyebabkan gangguan serius dalam jangka panjang. Bahkan menurut Greg Hahn, MD, posisi ini tidak perlu dikhawatirkan. Tidak ada bukti kuat, yang mengaitkan posisi ini dengan masalah seperti osteoartritis.
Selain itu, “penelitian oleh International Hip Dysplasia Institute dan lembaga lain, menunjukkan bahwa peningkatan anteversi femur tidak menyebabkan dislokasi pinggul dan tidak merusak sendi pinggul,” kata Charles T. Price, MD dari International Hip Dysplasia Institute.
Dr. Price juga menambahkan, bahwa posisi ini justru terasa nyaman bagi sebagian anak dan tidak perlu dilarang. “Koreksi spontan terjadi seiring pertumbuhan pada hampir semua kasus,” katanya.
Seiring bertambahnya usia, kebiasaan ini biasanya akan berkurang dengan sendirinya, dan sebagian besar anak tetap tumbuh dengan normal, tanpa gangguan pada tulang atau postur tubuh.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan

