Dalam pernyataan resmi yang dirilis Sabtu (4/4) waktu setempat, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengonfirmasi pencabutan status penduduk tetap (green card) terhadap kedua individu tersebut.
Individu yang diamankan diidentifikasi sebagai Hamideh Soleimani Afshar dan putrinya, Sarinasadat Hosseiny. Keduanya kini ditahan oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) sambil menunggu proses deportasi dari Amerika Serikat.
Contents
Status Green Card dicabut
Berdasarkan keterangan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), Hamideh Soleimani Afshar pertama kali masuk ke Amerika Serikat menggunakan visa turis pada 2015. Ia kemudian memperoleh status suaka pada 2019 dan mendapatkan green card pada 2021.
Diduga lakukan penipuan suaka
Afshar diduga melakukan penipuan untuk mendapatkan suaka di AS. Kecurigaan muncul saat Afshar mengajukan naturalisasi pada 2025. Dalam dokumen tersebut, ia mengaku telah melakukan perjalanan ke Iran sebanyak empat kali sejak menjadi pemegang green card.
“Perjalanannya ke Iran menggambarkan bahwa klaim suakanya adalah penipuan,” tegas pihak DHS.
Selain dugaan penipuan dokumen, Departemen Luar Negeri AS juga menilai Afshar sebagai pendukung vokal rezim Iran serta aktif menyebarkan propaganda Teheran melalui media sosial. Selain dirinya dan sang putri, suami Afshar juga dilaporkan telah dilarang masuk ke wilayah Amerika Serikat.
Keluarga Soleimani bantah klaim penangkapan
Putri Qasem Soleimani, Narjes Soleimani, membantah tudingan pemerintah Amerika Serikat tersebut. Ia menegaskan bahwa individu yang ditangkap tidak memiliki hubungan keluarga dengan ayahnya.
“Individu yang ditangkap di AS tidak memiliki hubungan apa pun dengan Syahid Soleimani dan klaim yang dibuat oleh Departemen Luar Negeri AS adalah palsu,” ujar Narjes Soleimani dalam pernyataan resminya.
Ia juga menyebut Amerika Serikat kini “sangat lemah dan tidak berarti” hingga harus “merekayasa kebohongan terhadap sosok yang hebat.”
Qasem Soleimani tewas dalam serangan udara
Sebelumnya, Qasem Soleimani tewas dalam serangan udara Amerika Serikat di Irak pada 2020 silam atas perintah Donald Trump. Dalam pidato nasional terbarunya, Trump kembali menyinggung operasi tersebut.
“Saya membunuh Jenderal Qasem Soleimani di masa jabatan pertama saya. Dia adalah seorang jenius yang jahat, orang yang brilian, namun merupakan manusia yang mengerikan. Dia adalah bapak dari bom pinggir jalan, dan hidupnya sungguh mengerikan atas apa yang telah dia lakukan,” ujar Trump.
Hingga kini, proses hukum terhadap Hamideh Soleimani Afshar dan putrinya masih berlangsung seiring langkah Amerika Serikat memperketat pengawasan terhadap individu yang diduga memiliki keterkaitan dengan rezim Iran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
