Jakarta: Antrean panjang ibadah haji di Indonesia terus menjadi tantangan setiap tahun. Untuk mencari solusi, pemerintah tengah mengkaji skema baru yang disebut “war ticket”, yakni sistem pendaftaran berbasis kecepatan seperti pembelian tiket terbatas.
Dalam konsep awal yang diwacanakan, mekanisme antrean panjang berpotensi digantikan dengan sistem di mana calon jemaah bisa langsung mendaftar dan membayar saat kuota dibuka.
“Kita sedang berpikir bagaimana supaya (ibadah haji) enggak antre itu kayak model war ticket,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Jakarta, dikutip pada Jumat, 10 April 2026.
Apa itu skema war ticket haji?
Skema “war ticket” merujuk pada sistem perebutan kuota secara langsung. Dalam praktiknya, pemerintah akan mengumumkan biaya dan jadwal pendaftaran, kemudian calon jemaah yang siap secara finansial dapat langsung mengamankan kursi keberangkatan.
Model ini diharapkan bisa memangkas waktu tunggu yang selama ini bisa mencapai puluhan tahun di Indonesia.
“Sekarang Presiden berkeinginan supaya dipikirkan bagaimana caranya haji tidak ngantre. Jadi, haji yang tidak ngantre. Nah itu yang sedang kami formulasikan,” ujar Dahnil.
Antrean panjang jadi masalah utama
Ia menjelaskan antrean panjang haji di Indonesia tidak terlepas dari pengelolaan keuangan haji yang membuat jumlah pendaftar terus meningkat, sementara kuota terbatas.
Sebagai perbandingan, Dahnil menyebut sejumlah negara memiliki pola berbeda dalam pengelolaan haji. Di Malaysia, antrean panjang terjadi melalui sistem tabung haji, sementara di beberapa negara lain seperti India, kata dia, skema antrean tidak sepanjang di Indonesia.
Skema baru memungkinkan penerapan yang lebih fleksibel, yakni menyerupai sistem pembelian tiket langsung/perebutan tiket sesuai kuota yang diberikan Arab Saudi.
“Jadi kita dikasih kuota oleh Arab Saudi 200 ribu. Nah kemudian itu kita tetapkan harganya berapa. Kemudian nanti nggak perlu ngantre. Jadi masing-masing langsung pesan siapa yang dapat, itu yang berangkat,” kata Dahnil.
Perlindungan jemaah lama tetap jadi prioritas
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan bagi jamaah yang telah lebih dahulu masuk dalam daftar tunggu.
“Kita sedang memikirkan pola itu. Namun tentu juga kita harus pastikan yang selama ini sudah ngantre. Kan, ada yang ngantre sekarang mau naik haji itu 5,7 juta orang. Nah bagaimana perlindungan terhadap mereka?” kata Dahnil.
Dalam konsep awal yang diwacanakan, mekanisme antrean panjang berpotensi digantikan dengan sistem di mana calon jemaah bisa langsung mendaftar dan membayar saat kuota dibuka.
“Kita sedang berpikir bagaimana supaya (ibadah haji) enggak antre itu kayak model war ticket,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Jakarta, dikutip pada Jumat, 10 April 2026.
Contents
Apa itu skema war ticket haji?
Skema “war ticket” merujuk pada sistem perebutan kuota secara langsung. Dalam praktiknya, pemerintah akan mengumumkan biaya dan jadwal pendaftaran, kemudian calon jemaah yang siap secara finansial dapat langsung mengamankan kursi keberangkatan.
Model ini diharapkan bisa memangkas waktu tunggu yang selama ini bisa mencapai puluhan tahun di Indonesia.
“Sekarang Presiden berkeinginan supaya dipikirkan bagaimana caranya haji tidak ngantre. Jadi, haji yang tidak ngantre. Nah itu yang sedang kami formulasikan,” ujar Dahnil.
Antrean panjang jadi masalah utama
Ia menjelaskan antrean panjang haji di Indonesia tidak terlepas dari pengelolaan keuangan haji yang membuat jumlah pendaftar terus meningkat, sementara kuota terbatas.
Sebagai perbandingan, Dahnil menyebut sejumlah negara memiliki pola berbeda dalam pengelolaan haji. Di Malaysia, antrean panjang terjadi melalui sistem tabung haji, sementara di beberapa negara lain seperti India, kata dia, skema antrean tidak sepanjang di Indonesia.
Skema baru memungkinkan penerapan yang lebih fleksibel, yakni menyerupai sistem pembelian tiket langsung/perebutan tiket sesuai kuota yang diberikan Arab Saudi.
“Jadi kita dikasih kuota oleh Arab Saudi 200 ribu. Nah kemudian itu kita tetapkan harganya berapa. Kemudian nanti nggak perlu ngantre. Jadi masing-masing langsung pesan siapa yang dapat, itu yang berangkat,” kata Dahnil.
Perlindungan jemaah lama tetap jadi prioritas
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan bagi jamaah yang telah lebih dahulu masuk dalam daftar tunggu.
“Kita sedang memikirkan pola itu. Namun tentu juga kita harus pastikan yang selama ini sudah ngantre. Kan, ada yang ngantre sekarang mau naik haji itu 5,7 juta orang. Nah bagaimana perlindungan terhadap mereka?” kata Dahnil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
