Jakarta: Aksi tendangan kungfu yang dilakukan pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto, usai laga melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4), terus menuai kritik tajam. Video insiden tersebut viral di media sosial dan membuat pemain yang sempat dipanggil ke skuad Timnas U-17 ini terancam sanksi berat dari PSSI.
Meski Chief Operating Officer Bhayangkara FC, Sumardji, mengungkapkan adanya provokasi rasisme sebagai pemicu, pengamat sepak bola Kesit Budi Handoyo menegaskan bahwa tindakan kekerasan di lapangan tetap tidak bisa dibenarkan. Baca juga Tendangan Kungfu Fadly Alberto Diduga Dipicu Ejekan Fisik
Kepada Medcom.id, Selasa (21/4), pria yang akrab disapa Bung Kesit ini mengatakan bahwa terkait hukuman nanti, PSSI sudah memiliki beberapa contoh kasus yang dapat dijadikan yurisprudensi Komisi Disiplin PSSI dalam mengambil putusan. Sebelumnya, pernah terjadi insiden serupa di Liga 4 yang menurut Kesit bisa menjadi acuan, di mana sang pemain dihukum seumur hidup dari sepak bola nasional.
Soal regulasi kompetisi, menurut Kesit sudah jelas. “Semua aturan dalam pertandingan sepak bola, termasuk EPA, tidak ada bedanya dengan pelaksanaan liga-liga lainnya. Pertanyaannya, sejauh mana tingkat kepatuhan dalam menaati law of the game? No compromise atau zero tolerance itulah yang seharusnya dijalankan, baik oleh peserta maupun perangkat pertandingan,” tegas Kesit.
Berdasarkan laporan dan peninjauan ulang rekaman video, masalah disinyalir berawal dari kinerja perangkat pertandingan yang dianggap kurang profesional saat terjadi aksi rasisme dari bench pemain. Sumardji, yang telah berkomunikasi langsung dengan Fadly Alberto, menyebut pemainnya tersulut emosi karena mendapatkan ucapan rasis dan ejekan fisik.
“Ada teriakan dari bench, ‘Berto hitam, Berto monyet’. Di situlah ia akhirnya naik darah dan melakukan tendangan berbahaya,” ujar Sumardji. Ia menekankan insiden ini menjadi bahan evaluasi serius sambil menunggu keputusan Komisi Disiplin terkait sanksi yang akan dijatuhkan.
Bung Kesit menambahkan bahwa semua pesepak bola wajib menjunjung tinggi sportivitas sebagai “bahasa utama” seorang atlet. “Apalagi untuk pemain dengan label timnas. Dia harus jadi contoh positif dan panutan. Harus bisa membawa diri, tidak arogan, dan tetap humble sekalipun penuh dengan pujian,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RIZ)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
