Jakarta: Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung perkembangan hunian sementara (huntara) di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Senin, 20 April 2026.
Tito mengapresiasi percepatan pembangunan huntara yang mengalami kemajuan signifikan hanya dalam kurun waktu dua bulan. Padahal sebelumnya masih berupa lahan kosong.
“Saya datang dua bulan lalu bersama Pak Bupati dan Pak Wagub, saat itu lokasi ini masih tahap awal. Sekarang sudah berubah total. Ini luar biasa,” ujar Tito.
Menurutnya, salah satu faktor kunci keberhasilan pembangunan huntara ini adalah dukungan pemerintah daerah, khususnya Bupati Bener Meriah yang menyediakan lahan datar, sehingga membantu percepatan pembangunan.
“Di banyak daerah, mencari lahan datar untuk huntara sangat sulit karena kondisi perbukitan. Di sini, lahan sudah siap sehingga pembangunan bisa cepat dilakukan,” tambahnya.
Percontohan hunian layak bagi penyintas
Hunian sementara (huntara) di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, kini menjadi contoh penataan hunian layak bagi penyintas yang tidak hanya cepat dibangun, tetapi juga memenuhi standar kenyamanan bagi penghuninya.
Kawasan huntara Tunyang dinilai unggul dari sisi penataan lingkungan. Permukaan tanah yang relatif datar dan berbatu membuat area hunian tidak becek, bahkan saat hujan. Selain itu, akses jalan di dalam kawasan telah diperkeras, sehingga memudahkan mobilitas warga.
“Penataan seperti ini penting, karena huntara bukan hanya tempat tinggal sementara, tapi juga ruang hidup yang harus layak,” ungkap Tito.
Setiap unit dilengkapi fasilitas yang mendukung kebutuhan sehari-hari. Fasilitas umum dibangun secara terintegrasi dalam satu kawasan seperti dapur umum, toilet, dan kamar mandi, ruang berkumpul, hingga tempat ibadah. Selain itu, tersedia juga ruang terbuka seperti area bermain anak dan fasilitas olahraga.
Tito menilai, model seperti ini dapat menjadi rujukan dalam pembangunan huntara di wilayah lain, terutama di daerah dengan kondisi geografis yang menantang.
Namun demikian, ia menegaskan huntara tetap bersifat sementara. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) agar masyarakat dapat segera memiliki tempat tinggal permanen.
“Kita ingin memastikan selama di huntara, masyarakat tetap tinggal di tempat yang layak, sambil menunggu huntap selesai dibangun,” pungkasnya.
Tito mengapresiasi percepatan pembangunan huntara yang mengalami kemajuan signifikan hanya dalam kurun waktu dua bulan. Padahal sebelumnya masih berupa lahan kosong.
“Saya datang dua bulan lalu bersama Pak Bupati dan Pak Wagub, saat itu lokasi ini masih tahap awal. Sekarang sudah berubah total. Ini luar biasa,” ujar Tito.
Menurutnya, salah satu faktor kunci keberhasilan pembangunan huntara ini adalah dukungan pemerintah daerah, khususnya Bupati Bener Meriah yang menyediakan lahan datar, sehingga membantu percepatan pembangunan.
“Di banyak daerah, mencari lahan datar untuk huntara sangat sulit karena kondisi perbukitan. Di sini, lahan sudah siap sehingga pembangunan bisa cepat dilakukan,” tambahnya.
Percontohan hunian layak bagi penyintas
Hunian sementara (huntara) di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, kini menjadi contoh penataan hunian layak bagi penyintas yang tidak hanya cepat dibangun, tetapi juga memenuhi standar kenyamanan bagi penghuninya.
Kawasan huntara Tunyang dinilai unggul dari sisi penataan lingkungan. Permukaan tanah yang relatif datar dan berbatu membuat area hunian tidak becek, bahkan saat hujan. Selain itu, akses jalan di dalam kawasan telah diperkeras, sehingga memudahkan mobilitas warga.
“Penataan seperti ini penting, karena huntara bukan hanya tempat tinggal sementara, tapi juga ruang hidup yang harus layak,” ungkap Tito.
Setiap unit dilengkapi fasilitas yang mendukung kebutuhan sehari-hari. Fasilitas umum dibangun secara terintegrasi dalam satu kawasan seperti dapur umum, toilet, dan kamar mandi, ruang berkumpul, hingga tempat ibadah. Selain itu, tersedia juga ruang terbuka seperti area bermain anak dan fasilitas olahraga.
Tito menilai, model seperti ini dapat menjadi rujukan dalam pembangunan huntara di wilayah lain, terutama di daerah dengan kondisi geografis yang menantang.
Namun demikian, ia menegaskan huntara tetap bersifat sementara. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) agar masyarakat dapat segera memiliki tempat tinggal permanen.
“Kita ingin memastikan selama di huntara, masyarakat tetap tinggal di tempat yang layak, sambil menunggu huntap selesai dibangun,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
