Jakarta: Kemunculan kasus hantavirus di kapal pesiar sempat memicu kekhawatiran publik global. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai wabah tersebut kecil kemungkinan berkembang menjadi epidemi besar seperti pandemi Covid-19.
“Ini adalah lingkungan spesifik dan terbatas, tempat orang-orang berinteraksi dalam kontak dekat berkepanjangan,” kata Direktur Operasi Peringatan dan Respons Darurat Kesehatan WHO Abdirahman Mahamud kepada wartawan di Jenewa, dikutip dari Antara, Jumat, 8 Mei 2026.
WHO tidak memperkirakan wabah tersebut akan berkembang menjadi epidemi besar mengingat pengalaman dan langkah yang telah diambil negara-negara anggota.
“Kami percaya wabah ini tak akan menyebabkan rantai penularan lanjutan,” kata Mahamud.
WHO sebut risiko penyebaran relatif rendah
Para pejabat WHO mengatakan sejauh ini lima kasus telah dikonfirmasi terkait virus Andes, yakni strain hantavirus yang dalam kasus langka dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan.
Kasus tersebut terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius dan diagnosisnya dikonfirmasi melalui pengujian di Afrika Selatan dan Swiss.
Mahamud mengatakan pasien yang terinfeksi harus tetap diisolasi, sementara individu yang terpapar perlu menjalani pemantauan aktif hingga 42 hari, meski penerapannya dapat berbeda di tiap negara.
Menurut dia, sejumlah negara mungkin menerapkan karantina institusional, sementara negara lain mengandalkan pemantauan kesehatan harian oleh petugas kesehatan.
Hantavirus berbeda dengan covid-19
Direktur WHO untuk Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi serta Pandemi Maria Van Kerkhove menegaskan bahwa wabah hantavirus sangat berbeda dari pandemi Covid-19.
“Ini bukan SARS-CoV-2. Ini bukan awal pandemi COVID,” katanya.
“Penyebarannya tidak sama seperti virus corona,” imbuhnya.
Sebagian besar hantavirus ditularkan melalui hewan pengerat, termasuk lewat air liur, urine, atau kotorannya, sementara penularan antarmanusia jarang terjadi.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan badan PBB itu telah memberi tahu 12 negara yang warganya ikut kapal pesiar tersebut dan sebelumnya turun di Saint Helena.
Ke-12 negara itu adalah Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Saint Kitts dan Nevis, Singapura, Swedia, Swiss, Turkiye, Inggris, dan Amerika Serikat.
Tedros mengatakan dua kasus pertama yang dikonfirmasi sempat melakukan perjalanan melalui Argentina, Chile, dan Uruguay sebelum menaiki kapal, termasuk mengunjungi lokasi pengamatan burung yang diketahui memiliki tikus pembawa virus Andes.
Kapal tersebut saat ini berlayar menuju Kepulauan Canary setelah mendapat izin dari Spanyol.
WHO menilai risiko penyebaran hantavirus, termasuk di Kepulauan Canary, relatif rendah.
“Ini adalah lingkungan spesifik dan terbatas, tempat orang-orang berinteraksi dalam kontak dekat berkepanjangan,” kata Direktur Operasi Peringatan dan Respons Darurat Kesehatan WHO Abdirahman Mahamud kepada wartawan di Jenewa, dikutip dari Antara, Jumat, 8 Mei 2026.
WHO tidak memperkirakan wabah tersebut akan berkembang menjadi epidemi besar mengingat pengalaman dan langkah yang telah diambil negara-negara anggota.
“Kami percaya wabah ini tak akan menyebabkan rantai penularan lanjutan,” kata Mahamud.
Contents
WHO sebut risiko penyebaran relatif rendah
Para pejabat WHO mengatakan sejauh ini lima kasus telah dikonfirmasi terkait virus Andes, yakni strain hantavirus yang dalam kasus langka dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan.
Kasus tersebut terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius dan diagnosisnya dikonfirmasi melalui pengujian di Afrika Selatan dan Swiss.
Mahamud mengatakan pasien yang terinfeksi harus tetap diisolasi, sementara individu yang terpapar perlu menjalani pemantauan aktif hingga 42 hari, meski penerapannya dapat berbeda di tiap negara.
Menurut dia, sejumlah negara mungkin menerapkan karantina institusional, sementara negara lain mengandalkan pemantauan kesehatan harian oleh petugas kesehatan.
Hantavirus berbeda dengan covid-19
Direktur WHO untuk Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi serta Pandemi Maria Van Kerkhove menegaskan bahwa wabah hantavirus sangat berbeda dari pandemi Covid-19.
“Ini bukan SARS-CoV-2. Ini bukan awal pandemi COVID,” katanya.
“Penyebarannya tidak sama seperti virus corona,” imbuhnya.
Sebagian besar hantavirus ditularkan melalui hewan pengerat, termasuk lewat air liur, urine, atau kotorannya, sementara penularan antarmanusia jarang terjadi.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan badan PBB itu telah memberi tahu 12 negara yang warganya ikut kapal pesiar tersebut dan sebelumnya turun di Saint Helena.
Ke-12 negara itu adalah Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Saint Kitts dan Nevis, Singapura, Swedia, Swiss, Turkiye, Inggris, dan Amerika Serikat.
Tedros mengatakan dua kasus pertama yang dikonfirmasi sempat melakukan perjalanan melalui Argentina, Chile, dan Uruguay sebelum menaiki kapal, termasuk mengunjungi lokasi pengamatan burung yang diketahui memiliki tikus pembawa virus Andes.
Kapal tersebut saat ini berlayar menuju Kepulauan Canary setelah mendapat izin dari Spanyol.
WHO menilai risiko penyebaran hantavirus, termasuk di Kepulauan Canary, relatif rendah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
