Hal ini disampaikan kepada awak media di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (9/5). Dari awal bekerja, ia sudah dicaci maki oleh mantan istri Andre Taulany itu. Tak hanya Herawati, ia juga menyaksikan ART lainnya mendapat perlakuan yang sama.
“Awal-awalnya sih pas tiga hari, empat hari itu, sudah sering dimaki-maki sama Ibu Erin. Kayak kerja tolol, bego. Nah, dari situ juga saya ngelihat teman-teman saya yang di situ juga kan dimaki-maki juga,” ungkap Herawati.
Contents
Ditodong Pisau Karena Ingin Undurkan Diri
Sejak saat itu, Herawati sebagai pelapor sudah punya firasat buruk dan berpikir untuk mengundurkan diri. Tindakan tak etis justru makin sering ia rasakan menyusul rencana pengunduran dirinya. Bahkan, Erin pernah menodong pisau kepadanya.
“Pernah dia pegang pisau ini pas seminggu sebelum kejadian. Itu dia pegang pisau dapur, terus ada saya, manggil saya, ‘Herawati, sini!’ katanya. ‘Kamu di sini jangan sembarangan’ Sambil tunjukkan pisaunya itu ke saya,” ceritanya.
‘’’Kamu di sini jangan sembarangan, ya. Kerja jangan asal-asalan, ya.’ Sambil pegang pisau gitu ke saya. ‘Bu, iya ya, Bu,’ saya bilang. Saya, kan, takut, ya. Saya bilang, ‘Iya, Bu. Iya, Bu. Iya’. ‘Ya sudah, sana kembali kerja,’ kayak gitu,” tambah Herawati.
Dipukul Pakai Sapu Lidi
Ancaman itu semakin membuat Herawati tak betah bekerja di sana. Puncaknya terjadi ketika wanita berusia 40 tahun itu mencaci makinya karena ia tak membuka gorden saat membersihkan kamar putra Erin.
Melihat pintu kamar mandi sang putra juga tidak tertutup, emosi Erin memanas. Ia bahkan memukul tengkuk Herawati dengan sapu lidi. Erin juga tak mau mendengar alasan apapun darinya.
‘’’Kamu ini kerjanya tolol, ya? Asal-asalan kamu di sini, ya?’ Nah, terus habis itu dia ambil, saya, kan, megang sapu yang buat bersihkan sofa, diambil sapu itu, sapu lidi itu. Ujung gagangnya itu langsung sabetin ke saya, pukulin ke saya. Ke kepala belakang,” kenang ART tersebut.
“Dipukul sama dia, satu kali pertamanya. Terus dia maki-maki, ‘Kamu ini kerja di sini asal-asalan. Sembarangan. Kamu tolol. Kamu bego. Kamu gembel,’ kan, begitu, kan. Terus, ‘Maaf, Bu. Jangan main tangan dong, Bu. Jangan kekerasan, Bu. Sakit, Bu’ saya bilang gitu,” lanjutnya.
Erin Dilaporkan ke Penyalur ART
Setelah insiden tersebut, Herawati langsung menghubungi penyalurnya, Nia Damanik, untuk melaporkan perbuatan Erin. Emosi Erin kian memuncak mengetahui hal itu. Ia bahkan mengancam tak akan membayar gaji Herawati.
“’Iya, Bu, enggak apa-apa, saya enggak digaji juga enggak apa-apa. Yang penting saya keluar, Bu,’ saya bilang gitu. Sambil nangis saya di situ. Dia cuma, ‘Sudah, kamu jangan jawab terus.’ Ditendang, lah, saya. Kepala saya sampai saya terjengkang ke belakang,” tutur Herawati.
Nia Damanik bergegas menjemput Herawati dan melayangkan komplain kepada Erin yang sudah bermain fisik ke salah satu pekerjanya. Namun, Nia sempat tak diperbolehkan masuk ke kediaman Erin.
Pihak terlapor menantang Nia untuk melapor ke polisi jika ingin menemui Herawati. Nia lantas memenuhi permintaan Erin dan datang bersama polisi.
“‘Kenapa kamu lapor polisi? Hah? Kamu macam-macam sama saya. Kamu kira saya takut sama kamu? Hah? Kamu jangan macam-macam, saya bisa laporin kamu balik’, kata dia gitu. Dipukul, lah, kepala saya. Terus, ‘Ayo, naik ke atas kamu,” kata Herawati.
“Kata saya bilang, ‘Enggak, enggak mau, Bu.’ Saya mikirnya, di depan ada polisi, saya harus selamat, nih. Saya mikirnya gitu, kan. Saya enggak mikirin HP, enggak mikirin gaji, enggak mikirin baju, yang penting saya keluar dari situ,” sambungnya.
Terjadi Adu Fisik antara Erin dan Herawati
Hal ini memantik pergelutan antara Erin dan Herawati. Sang majikan mencekik Herawati dan berusaha menariknya naik ke lantai atas. Korban pun berusaha mati-matian untuk menyelamatkan diri.
“Itu dia sudah narik-narik baju saya, nyekik, tangan satunya nyekik, nyekik leher saya dan narik baju saya. Saya pegangin tangan dia, saya tarik dia juga. ‘Enggak, Bu, saya mau keluar. Pokoknya saya mau keluar ‘Tolong! Tolong!’ Saya teriak di situ. Minta tolong,” kenangnya.
“’Kamu jangan teriak, kamu jangan teriak. Saya makin marah’. Ya, mungkin pakai tenaga, dia masuk ke dalam, terus kecakar saya. Kena kukunya itu. Karena saya nyelamatin diri, kan. Saya tarik tangannya dia. Saya tarik ke depan, terus saya lari. Dia sampai balkon, tarik-tarikan itu sampai ke balkon keluar,” pungkasnya.
Akhirnya, Herawati berhasil keluar pagar rumah. Di depan pagar sudah ada penyalur dan polisi yang menjemputnya. Herawati pun pergi tanpa membawa barang-barang pribadinya dari rumah Erin.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
