Di tengah drama kurang tidur, rutinitas yang jungkir balik, plus perhatian yang sekarang harus terbagi, wajar banget kalau si kakak tiba-tiba nunjukin sikap yang gak kayak biasanya.
Mulai dari lebih sering tantrum, mogok tidur siang, sampai mendadak minta pakai popok lagi.
Situasi kayak gini pasti bikin kita lelah sekaligus bingung, kan? Tapi tenang, perubahan perilaku ini sebenarnya respons yang wajar banget kok.
Bagi balita, punya adik itu bukan cuma soal momen bahagia, tapi sebuah perubahan besar yang memicu emosi campur aduk yang belum bisa mereka pahami atau ungkapkan lewat kata-kata.
Contents
Apa yang terjadi saat balita mengalami regresi?
Balita yang baru saja memiliki adik, pada dasarnya sedang menghadapi “perubahan peran” dalam keluarga.
Tanpa pilihan, mereka kini menjadi kakak, sebuah posisi baru yang tidak selalu mudah diterima. Perubahan ini bisa terasa membingungkan, apalagi di usia di mana kemampuan mengelola emosi masih berkembang.
.jpg)
(Sibling rivalry atau persaingan antara kakak dan adik kerap terjadi dalam keluarga. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh rasa cemburu akibat salah satu anak mendapat perhatian lebih. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Reaksi yang muncul bisa beragam. Ada balita yang mulai menguji batasan yang sebelumnya sudah dipahami, ada juga yang justru menunjukkan perilaku seperti bayi.
Misalnya ingin duduk di kursi bayi, kembali memakai popok, atau meminta minum dari botol. Bahkan, beberapa anak bisa kembali mengoceh seperti bayi, lebih sering minta digendong, atau tertarik dengan mainan adiknya.
Jika hal-hal tersebut terjadi, yang paling dibutuhkan adalah dukungan dan pemahaman. Kelley Yost Abrams, Ph.D., seorang psikolog perkembangan di California, menyarankan: “Sebisa mungkin, akui perasaannya ‘Oh, kadang-kadang memang enak jadi bayi!’ Dan bersikaplah ceria ‘Astaga, aku punya dua bayi kecil.’”
Sebaliknya, penting untuk menghindari respons yang bernada menyalahkan atau mempermalukan.
Kalimat seperti, “Anak besar tidak bertingkah seperti itu,” atau “Kamu sudah anak besar sekarang, jangan lakukan itu,” justru bisa membuat balita merasa tidak dipahami.
Alih-alih membantu, hal ini dapat memperburuk kondisi emosional dan berdampak pada hubungan dengan anak.
Tanda-tanda regresi yang perlu dipahami
Regresi pada balita bisa terlihat dari beberapa perubahan perilaku, seperti:
1. Lebih sering tantrum atau mudah marah
2. Menolak tidur siang atau mengalami gangguan tidur
3. Kembali ingin menggunakan popok
4. Ingin diperlakukan seperti bayi (digendong, disuapi, atau minum dari botol)
5. Mengalami kemunduran pada keterampilan, yang sebelumnya sudah dikuasai, seperti tidur mandiri atau penggunaan toilet
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan

