Ibadah puasa sunnah ini dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah, karena tanggal 10 merupakan hari yang dilarang untuk berpuasa. Keutamaan yang ada di dalam hari-hari tersebut sangat besar sehingga sayang untuk dilewatkan begitu saja.
Bagi umat Islam yang ingin mengamalkannya, sering kali muncul pertanyaan mengenai pelaksanaannya. Banyak yang masih bingung apakah puasa ini wajib dikerjakan secara penuh selama 9 hari dan berturut-turut atau tidak?
Namun ternyata, ketentuan mengenai durasi puasa ini sebenarnya memberikan kelonggaran yang memudahkan. Umat Islam tidak dituntut dalam batasan yang memberatkan, melainkan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai aturan jumlah hari dan sifat keberurutan puasa Dzulhijjah ini, mari simak ulasan lengkapnya berikut.
Contents
Tidak Harus Sembilan Hari Penuh
Pelaksanaan puasa Dzulhijjahdisesuaikan dengan kemampuan masing-masing muslim. Jika seorang muslim tidak mampu melaksanakan puasa penuh selama 9 hari, maka ia diperbolehkan berpuasa semampunya saja.
“Dan yang gak bisa semampunya, mungkin 8 hari, 7 hari, 6 hari. Kalau gak bisa juga ya sehari lah paling gak, masa gak dapet puasa juga di 9 hari pertama Dzulhijjah,” ujar Ustaz Nuzul Dzikri dalam tayangan akun Instagram @muhammadnuzuldzikri, dikutip Jumat, 22 Mei 2026.
Pilihan minimal yang sangat dianjurkan jika hanya bisa berpuasa satu hari adalah pada tanggal 9 Dzulhijjahatau yang dikenal sebagai Puasa Arafah. Puasa Arafah ini memiliki keutamaan khusus yang sangat besar, yaitu dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Tidak Wajib Berurutan
Mengutip laman NU Online, karena hukum puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjahini adalah sunnah, maka pelaksanaannya tidak wajib dilakukan secara berurutan atau berturut-turut tanpa putus.
Umat Islam yang memiliki uzur, merasa kurang sehat, atau memiliki aktivitas padat boleh memilih hari-hari tertentu saja di antara tanggal 1-9 Dzulhijjah tersebut untuk berpuasa. Meski begitu, mayoritas ulama termasuk mazhab Syafi’i menegaskan bahwa berpuasa penuh selama 9 hari berturut-turut dari tanggal 1 sampai 9 Zulhijah tetap menjadi amalan yang paling utama atau afdhal dan disunnahkan dengan sangat kuat bagi orang yang tidak sedang naik haji.
Aturan Khusus bagi Jemaah Haji
Perlu diingat bahwa kesunnahan 9 hari penuh ini memiliki pengecualian bagi jemaah yang sedang menunaikan ibadah haji, berikut penjelasannya:
Tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah disunahkan bagi orang yang sedang haji maupun yang tidak
Tanggal 8 (Tarwiyah) dan 9 (Arafah) Dzulhijjah hanya disunahkan bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Bagi jemaah haji, berpuasa di dua hari ini hukumnya khilaful aula yang berarti menyalahi yang lebih utama, bahkan makruh menurut Imam An-Nawawi karena mereka lebih dianjurkan menjaga stamina untuk memperbanyak doa saat wukuf.
Niat Puasa Dzulhijjah
Karena sifatnya yang sunah, apabila lupa membaca niat pada malam hari maka masih diperbolehkan membaca niat puasa Dzulhijjahpada siang hari atau sejak pagi hari sampai sebelum masuk waktu zuhur, dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar terbit.
Niat pada Malam Hari
1. Tanggal 1-7 Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’ala.”
2. Tanggal 8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah ta’ala.”
3. Tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah ta’ala.”
Niat pada Siang Hari
1. Tanggal 1-7 Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta’ala.”
2. Tanggal 8 Dzulhijjah(Hari Tarwiyah)
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’ala.”
3. Tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah)
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i arafata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunah Arafah hari ini karena Allah ta’ala.”
Bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadan, diperbolehkan mengqada puasa wajib bertepatan dengan hari-hari emas Dzulhijjah ini. Menurut sebagian ulama, ketika melaksanakan puasa qada maka otomatis akan mendapatkan pahala kesunahannya sekaligus.
Keutamaan Puasa Dzulhijjah
Bulan Dzulhijjahmerupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam atau dikenal dengan istilah asyhur al-hurum. Kemuliaan bulan ini menjadikan ibadah yang dilakukan di dalamnya, termasuk puasa pada sembilan hari pertamanya, memiliki nilai dan keutamaan yang istimewa dibanding bulan-bulan lainnya.
1. Pahala yang Dilipatgandakan
Setiap amal ibadah yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mendapatkan ganjaran yang jauh lebih besar dibandingkan ibadah di hari-hari biasa. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatul Qadar.” (HR At-Tirmidzi)
Perlu dipahami bahwa yang dimaksud setara dengan satu tahun puasa dalam hadis tersebut adalah satu tahun puasa sunah, bukan puasa Ramadan.
2. Penghapusan Dosa
Salah satu keutamaan yang paling istimewa dari puasa Dzulhijjah adalah kemampuannya menghapus dosa, khususnya pada hari Arafah tanggal 9 Zulhijah. Rasulullah SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)
Para ulama mayoritas berpendapat bahwa dosa yang terhapus melalui puasa Arafah adalah dosa-dosa kecil, sebagaimana dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Syarah Muslim.
3. Hari Pembebasan dari Siksa Neraka
Hari Arafah juga dikenal sebagai hari di mana Allah paling banyak membebaskan hamba-Nya dari ancaman api neraka. Keutamaan agung ini termuat dalam sabda Rasulullah SAW:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟
“Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?’” (HR Muslim)
Kelonggaran dalam pelaksanaan puasa sunah Dzulhijjah ini membuktikan bahwa Islam senantiasa memberikan kemudahan bagi umatnya untuk mendapatkan pahala. Tidak adanya kewajiban untuk berpuasa penuh selama 9 hari maupun berurutan menjadi kesempatan besar bagi setiap muslim untuk beribadah sesuai dengan batas kemampuan masing-masing.
Sobat Medcom, itulah penjelasan mengenai ketentuan pelaksanaan puasa Dzulhijjah. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
