Jakarta: Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan tidak hanya bermakna dari sisi politik dan hukum, tetapi juga memiliki perspektif ekologis.
Hal itu disampaikan Lestari Moerdijat pada acara nonton bareng (nobar) film Maira Generasi Penjaga Bumi, di bioskop Blok M Square, Jakarta Selatan, Rabu (20/5).
Acara nobar dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan itu dihadiri para mahasiswa dan komunitas pemuda di kawasan Jakarta Selatan.
“Selama ini, kita sering hanya memaknai empat pilar dalam konteks politik, hukum, dan kehidupan sosial saja. Namun, marilah kita melihatnya dari sudut yang lebih dalam dan lebih mendasar,” ujar Rerie, sapaan akrab Lestari.
Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, nilai kebangsaan sejatinya berbicara tentang hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan alam.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menegaskan, empat konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna ekologis yang kuat.
Baca Juga :
Bukan Cuma Minat Baca Rendah, Ternyata Ini Masalah Utama Literasi Indonesia
“Ketika kita berbicara tentang kemanusiaan yang adil dan beradab, itu tidak hanya dalam hubungan antarmanusia, tetapi juga kemampuan kita untuk tidak merusak lingkungan. Kita tidak bisa menyebut diri kita beradab jika kita merusak ruang hidup kita sendiri,” tegas Rerie.
Ia menambahkan, film Maira Generasi Penjaga Bumi bukan sekadar cerita, melainkan cermin hubungan manusia dengan hutan, dengan alam, serta cermin pilihan dan konsekuensinya.
Ia mengajak penonton untuk tidak sekadar melihat, tetapi merasakan, memahami, dan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, yang juga hadir dalam nobar tersebut menilai film Teman Tegas Maira menyampaikan pesan yang kuat tentang relasi manusia dengan alam dan makna menjaga kehidupan.
“Teman Tegar Maira bukan sekadar film tentang persahabatan, tetapi tentang rumah, kehilangan, dan keberanian menjaga apa yang tersisa,” ujar Wibi.
Menurut Wibi, melalui perjalanan tokoh Maira dan Tegar, film ini mengingatkan bahwa alam bukan hanya tempat hidup, melainkan bagian dari cerita, budaya, dan masa depan yang harus dijaga bersama.
“Dengan latar Papua yang indah, musik yang menyentuh, dan pesan yang kuat, film ini membuat kita bertanya: apakah kita masih mendengar bisikan alam sebelum semuanya benar-benar terlambat?” pungkasnya.
Hal itu disampaikan Lestari Moerdijat pada acara nonton bareng (nobar) film Maira Generasi Penjaga Bumi, di bioskop Blok M Square, Jakarta Selatan, Rabu (20/5).
Acara nobar dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan itu dihadiri para mahasiswa dan komunitas pemuda di kawasan Jakarta Selatan.
“Selama ini, kita sering hanya memaknai empat pilar dalam konteks politik, hukum, dan kehidupan sosial saja. Namun, marilah kita melihatnya dari sudut yang lebih dalam dan lebih mendasar,” ujar Rerie, sapaan akrab Lestari.
Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, nilai kebangsaan sejatinya berbicara tentang hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan alam.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menegaskan, empat konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna ekologis yang kuat.
“Ketika kita berbicara tentang kemanusiaan yang adil dan beradab, itu tidak hanya dalam hubungan antarmanusia, tetapi juga kemampuan kita untuk tidak merusak lingkungan. Kita tidak bisa menyebut diri kita beradab jika kita merusak ruang hidup kita sendiri,” tegas Rerie.
Ia menambahkan, film Maira Generasi Penjaga Bumi bukan sekadar cerita, melainkan cermin hubungan manusia dengan hutan, dengan alam, serta cermin pilihan dan konsekuensinya.
Ia mengajak penonton untuk tidak sekadar melihat, tetapi merasakan, memahami, dan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, yang juga hadir dalam nobar tersebut menilai film Teman Tegas Maira menyampaikan pesan yang kuat tentang relasi manusia dengan alam dan makna menjaga kehidupan.
“Teman Tegar Maira bukan sekadar film tentang persahabatan, tetapi tentang rumah, kehilangan, dan keberanian menjaga apa yang tersisa,” ujar Wibi.
Menurut Wibi, melalui perjalanan tokoh Maira dan Tegar, film ini mengingatkan bahwa alam bukan hanya tempat hidup, melainkan bagian dari cerita, budaya, dan masa depan yang harus dijaga bersama.
“Dengan latar Papua yang indah, musik yang menyentuh, dan pesan yang kuat, film ini membuat kita bertanya: apakah kita masih mendengar bisikan alam sebelum semuanya benar-benar terlambat?” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
