Namun, saat berkunjung ke salon kecantikan atau melihat etalase toko kosmetik, kamu mungkin sering merasa bingung dengan banyaknya jenis cat kuku yang ditawarkan. Ragam produk pewarna kuku saat ini tidak lagi sebatas kuteks cair biasa yang sering ditemui dulu.
Setiap jenis cat kuku diformulasikan dengan bahan dasar, fungsi, dan ketahanan yang berbeda satu sama lain. Memilih jenis pewarna kuku yang salah bisa membuat warna cepat mengelupas dalam hitungan hari dan berisiko merusak struktur alami kuku.
Supaya Sobat Medcom tidak salah pilih dan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan, yuk simak penjelasan sekaligus perbedaan jenis-jenis cat kuku berikut ini:
Contents
1. Cat Kuku Biasa (Regular Nail Polish)
Ini adalah jenis kuteks konvensional berbahan dasar polimer yang paling ramah pengguna dan mudah ditemukan di mana saja. Cara pengaplikasiannya mudah, tidak perlu alat khusus untuk mengeringkannya.
Pilihan warnanya juga tak terbatas, dan harganya relatif paling terjangkau. Selain itu, cara menghapus cat kuku biasa cenderung mudah, yakni hanya dengan nail polish remover atau dikenal juga sebagai aseton.
Kekurangannya, daya tahan jenis cat kuku ini paling rendah. Biasanya hanya bertahan 3 hingga 5 hari sebelum akhirnya mulai mengelupas (chipping), terutama jika kamu sering mencuci piring atau menyentuh air.
2. Cat Kuku Gel (Gel Polish)
Kuteks gel menjadi opsi paling favorit di salon kecantikan karena daya tahan yang luar biasa dan hasil akhirnya yang sangat berkilau (glossy). Formula gelnya sangat kuat dan bisa bertahan hingga 2-3 minggu tanpa memudar atau mengelupas.
Namun, cat kuku ini juga tidak akan kering sendiri secara alami, melainkan harus dikeringkan (curing) menggunakan lampu khusus sinar UV atau LED selama beberapa detik. Proses penghapusannya juga perlu direndam atau dikikir secara khusus agar tidak merusak lapisan kuku asli.
3. Cat Kuku Berbahan Dasar Air (Water-Based Polish)
Bagi Sobat Medcom yang mencari produk ramah lingkungan atau ramah anak-anak, jenis kuteks berbahan dasar air (water-based) adalah pilihan yang tepat. Jenis ini bebas dari kandungan kimia keras dan bau menyengat khas kuteks konvensional.
Beberapa produk jenis ini bahkan bersifat peel-off, artinya bisa dikelupas dengan mudah menggunakan tangan tanpa bantuan cairan kimia pembersih sama sekali saat ingin dihapus. Sayangnya, cat kuku berbahan dasar air sangat rentan luntur atau mengelupas jika terkena air hangat atau sabun secara intensif.
Kesimpulannya, jika kamu bersiap untuk liburan panjang dan tidak mau repot memikirkan kuku yang rusak, investasi pada kuteks gel di salon tepercaya adalah keputusan terbaik. Namun, untuk acara satu malam, kuteks biasa atau water-based adalah opsi paling praktis.
Jangan lupa juga untuk selalu memberikan waktu istirahat bagi kuku asli di antara masa pemakaian agar kuku tetap dapat bernapas dan sehat, ya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
