Medcom.id – Piala Dunia 1966 yang digelar di Inggris adalah momen ketika sepak bola resmi “pulang ke rumahnya”. Sebagai negara yang melahirkan aturan sepak bola modern, Inggris memikul beban ekspektasi yang luar biasa besar dari publik dan kerajaan mereka untuk menjadi yang terbaik di dunia.
Namun, sejarah mencatat bahwa edisi kedelapan ini tidak hanya diingat karena keberhasilan taktis tim tuan rumah, melainkan karena serangkaian drama di luar nalar yang terjadi bahkan sebelum bola pertama kali ditendang.
Contents
Skandal Hilangnya Trofi Jules Rimet dan Detektif Berkaki Empat
Empat bulan sebelum turnamen dimulai, publik Inggris dibuat malu setengah mati. Trofi emas asli Piala Dunia, Jules Rimet, dipamerkan di Westminster Central Hall, London. Tragisnya, meski dijaga ketat, trofi tersebut dicuri dari lemari pajangan pada 20 Maret 1966.
Kepolisian London (Scotland Yard) dikerahkan habis-habisan, namun pencarian menemui jalan buntu. Publik mulai panik membayangkan turnamen tanpa trofi juara.
Tujuh hari kemudian, keajaiban datang dari arah yang tak terduga. Seorang warga bernama David Corbett sedang berjalan-jalan di kawasan London Selatan bersama anjing peliharaannya yang bernama Pickles.
Pickles mendadak mengendus-endus sebuah bungkusan koran tua di bawah semak-semak pagar rumah. Ketika Corbett membukanya, ia terkejut melihat trofi Jules Rimet yang hilang ada di dalamnya.Sang detektif empat kaki seketika dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Ia diberi hadiah pasokan makanan anjing gratis seumur hidup dan diundang ke pesta perayaan juara resmi bersama skuad Timnas Inggris.
Kejutan Magis Korea Utara Mengguncang Dunia
Dari sisi teknis lapangan, kejutan terbesar abad ini lahir dari kaki para pemain Korea Utara. Datang sebagai tim misterius yang sama sekali tidak diperhitungkan, Korea Utara justru menciptakan salah satu sensasi underdog terbesar dalam sejarah sepak bola.
Di fase grup, mereka secara mengejutkan mengalahkan raksasa Italia dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Pak Do-ik. Hasil ini membuat skuad Italia yang bertabur bintang harus pulang lebih awal dan dilempari tomat busuk oleh suporter mereka sendiri saat tiba di bandara Roma.
Kejutan Korea Utara berlanjut di babak perempat final melawan Portugal. Hanya dalam waktu 25 menit babak pertama, Korea Utara sudah memimpin 3-0! Sayangnya, dongeng indah mereka harus dihentikan oleh kejeniusan Eusebio, striker legendaris Portugal berjuluk The Black Panther, yang mengamuk dengan mencetak 4 gol untuk membalikkan keadaan menjadi 5-3.
Kontroversi Abadi “Gol Hantu” di Final Wembley
Laga final mempertemukan dua musuh bebuyutan: Inggris vs Jerman Barat di Stadion Wembley yang dihadiri langsung oleh Ratu Elizabeth II. Pertandingan berjalan sangat sengit dan berakhir imbang 2-2 di waktu normal, memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Pada menit ke-101, momen paling diperdebatkan dalam sejarah sepak bola terjadi. Penyerang Inggris, Geoff Hurst, melepaskan tembakan keras. Bola kemudian membentur bagian bawah mistar gawang Jerman Barat, memantul ke bawah menumbuk tanah, lalu memantul keluar dan disapu bek lawan.
Perdebatan terjadi. Pemain Inggris merayakan gol, sementara pemain Jerman Barat bersikeras bola belum melewati garis gawang. Wasit utama Gottfried Dienst (Swiss) pun kebingungan untuk mengambil keputusan. Ia akhirnya berkonsultasi dengan hakim garis, Tofiq Bahramov (Uni Soviet) yang kemudian dengan yakin menunjuk titik putih.
Gol kontroversial ini meruntuhkan mental Jerman Barat. Di menit akhir, Geoff Hurst mencetak satu gol tambahan untuk melengkapi kemenangan Inggris menjadi 4-2, sekaligus mencatatkan dirinya sebagai pemain pertama dalam sejarah yang mencetak hat-trick di final Piala Dunia.
Perdebatan mengenai apakah bola tendangan Hurst benar-benar sudah melewati garis gawang atau belum terus bergulir selama puluhan tahun. Pada era modern, analisis video digital dan teknologi simulasi komputer tiga dimensi menunjukkan bahwa bola tersebut sebenarnya belum sepenuhnya melewati garis gawang.
Fakta Piala Dunia 1966
Tuan Rumah: Inggris
Juara: Inggris (Gelar ke-1 dan satu-satunya hingga kini)
Runner-up: Jerman Barat
Top Scorer: Eusébio (Portugal) – 9 Gol
Maskot Pertama: Edisi 1966 menjadi pelopor penggunaan maskot resmi turnamen sepanjang sejarah Piala Dunia, memperkenalkan singa ikonik bernama World Cup Willie.
Boikot Afrika: Tidak ada satu pun perwakilan benua Afrika yang tampil karena mereka memilih memboikot turnamen sebagai bentuk protes terhadap keputusan FIFA yang tidak memberikan jatah lolos otomatis langsung untuk zona Afrika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ACF)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
