
Jakarta: Bali memiliki banyak keunikan dalam mempromosikan budaya Indonesia. Banyak sumber lisan dan tertulis, serta benda-benda fisik seperti prasasti, telah digunakan secara luas untuk menulis sejarah budaya Pulau Dewata.
Herry Yogaswara, Ketua Lembaga Penelitian Arkeologi, Bahasa dan Sastra (OR Arbastra), banyak menemukan prasasti atau tinggalan sejarah dalam konteks sejarah budaya tertulis Bali. Temuan ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi untuk penulisan sejarah budaya masyarakat Bali.
“Bali menurut saya ada yang istimewa. Artinya saya masih mendapatkan surat dari masyarakat yang meminta anggota BRIN untuk membantu membacakan prasasti dan sebagainya,” jelas Herry dikutip dari laman BRIN, Minggu, 28 Mei 2023.
Apa pendapat Anda tentang artikel ini?
Herry menjelaskan OR Arbastra memiliki keunikan yang tidak dimiliki lembaga penelitian lainnya. Di organisasi penelitian lain, pengetahuan tentang prasasti dll dari masyarakat tidak diperlukan.
Untuk itu, Herry mengajak para peneliti OR Arbastra untuk mempertimbangkan mekanismenya, misalnya jika ditemukan prasasti atau reruntuhan baru. “Padahal sudah ada organisasi atau lembaga yang memiliki kekuasaan, namun di sisi lain Badan Pelestarian Budaya (BPK) yang biasa kita sebut benda cagar budaya (ODCB) tidak selalu mendapat perhatian,” jelas Herry.
Irfan Mahmud, Ketua Humas APS, mengatakan banyak isu penting tentang Bali yang belum terungkap. Dari segi antropologi, Bali sudah banyak terungkap, namun secara fisik tentu Bali masih memiliki banyak hal yang menarik.
Misalnya dari tradisi yang masih berlangsung dan beberapa hal lainnya. Menurutnya, prasasti itu bisa mengungkapkan beberapa nama tempat.
Arkeolog kemudian dapat menggali lebih dalam cerita di balik nama tempat berdasarkan artefak yang ditemukan di lokasi yang disebutkan dalam prasasti. “Ini penting karena masih sangat sedikit informasi dalam konteks sejarah Bali di Tabanan, dimana abad 9-14 Masehi menjadi isu. Semoga ini bisa menjadi inspirasi untuk masa depan kita,” tambah Irfan.
Hal ini karena Bali merupakan bagian penting dari tempat ditemukannya prasasti yang masih ditemukan hingga saat ini.
Webinar ini memperkenalkan tiga pembicara. Narasumber pertama adalah I Gusti Made Suarbhawa, Peneliti PR APS BRIN Efigraphic Research Group yang memaparkan penemuan prasasti logam di pantai timur Danau Tamblingen sebagai data yang mengungkapkan situs Tamblingen.
Suarbhawa menjelaskan, pada September 1997, seorang petani penggarap dari Desa Wanagiri sedang membajak di tepi timur Danau Tamblingan ketika dia tersandung benda keras dengan cangkulnya. Setelah diperiksa lebih dekat, ternyata benda itu adalah piringan prasasti tembaga.
“Penemuan piringan prasasti tembaga ini merupakan simbol penting dan titik awal penelitian Balai Arkeologi Denpasar di sekitar Danau Tamblingan,” jelas Suarbhawa.
Menurutnya, tujuan penelitian adalah sebagai tolak ukur untuk menjawab pertanyaan tentang relevansi prasasti yang ditemukan pada tahun 1987 dan prasasti yang ditemukan pada tahun 2002 dengan situs Tamblingan. Isi Prasasti Tamblingan diterbitkan pada tahun Saka 1306 atau tahun 1384 Masehi, dan ditujukan kepada masyarakat pandai besi yang semula tinggal di wilayah desa Tamblingan.
Pandai besi diperintahkan untuk kembali tinggal di desa Tamblingen. Proses kepulangan melibatkan pejabat lokal yang tinggal di Ularan yang bertindak sebagai mediator dan pengawal yang menjaga keamanan lingkungan.
Ini untuk melindungi kelompok pandai besi yang telah diganggu oleh seorang pria bernama Arya. Penggalian di situs Tamblingan mencakup artefak dan fakta ekologis yang sebagian besar terkait dengan aktivitas yang berkaitan dengan pengerjaan logam.
Berbagai artefak yang dihasilkan dari penggalian berisi informasi paralel dalam prasasti tentang kelompok pengrajin logam dan berbagai produknya. Keberadaannya didukung oleh berbagai informasi yang terdapat pada prasasti-prasasti yang ditemukan di dekat situs Tamblingan, serta prasasti-prasasti lain yang ditemukan sebelumnya yang mengandung informasi serupa.
Narasumber kedua adalah I Nyoman Rema, peneliti APS BRIN yang mempresentasikan penelitiannya berjudul Shiva Buddha Tattwa dalam Prasasti Bali Kuno Abad VIII-XI. Nyoman Rema menemukan dalam penelitiannya bahwa dalam prasasti Bali kuno, baik prasasti tanah liat maupun prasasti tembaga, semuanya memiliki dimensi ekonomi, dimensi sejarah, dimensi sosial, dll. Salah satu dimensi prasasti adalah dimensi religius.
“Aspek keagamaan yang dibahas datang dalam bentuk ajaran, ada juga yang disampaikan dalam bentuk undang-undang,” jelas Rema.
Sementara pembicara ketiga adalah Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, Dosen Program Penelitian Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Puji Laksmi mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “Sebaran Permukiman Era IX-XIV Pulau Bali Kuno Pada Masa Kabupaten Tabanan Berdasarkan Kajian Prasasti dan Toponim”.
Sejak manusia mulai menetap, pemukiman telah menjadi kebutuhan dasar yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Awalnya, permukiman dibangun untuk memenuhi kebutuhan material. Namun dalam perkembangannya, pilihan dan kepemilikan permukiman berkembang menjadi kebutuhan psikologis, estetika, status sosial dan ekonomi.
Lusinan pemukiman yang didokumentasikan di Bali kuno berkembang di bawah raja-raja yang berkuasa antara abad kesembilan dan keempat belas Masehi. “Hanya saja pemukiman yang sering menjadi sasaran penelitian adalah yang masih berlangsung karena sudah jelas kuno,” jelas Puji Laksmi.
Berdasarkan penelusuran peta lama dan peta topografi Indonesia (RBI), ada lima daerah yang nama tempatnya masih bisa dilacak. Lima kecamatan tersebut adalah Desa Timpag, Bantiran, Batungsel, Bantunya dan Mayungan. Letak pemukiman sangat erat kaitannya dengan keberadaan danau dan daerah aliran sungai, karena merupakan daerah yang sangat subur yang berpotensi sebagai daerah pertanian.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya, follow akun google news Medcom.id
| Baca juga: Meet and Greet Student!Magang tersedia di bidang budaya |
(Eropa Tengah)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan

