Di langit senja yang perlahan meredup,
Ramadhan datang membawa peluk,
Menyapa hati yang lama berdebu,
Dengan cahaya yang jatuh satu-satu.
Lapar bukan sekadar menahan rasa,
Haus bukan sekadar dahaga,
Di balik diam perut yang kosong,
Ada jiwa yang belajar tunduk dan tenang.
Di setiap sujud yang kian lama,
Ada rindu yang tak terucap kata,
Tentang dosa yang ingin dilepas,
Dan harap yang ingin kembali bebas.
Malam turun dengan sunyi yang hangat,
Doa-doa melangit tanpa sekat,
Air mata jatuh tanpa suara,
Menjadi saksi cinta pada-Nya.
Ramadhan,
Engkau bukan hanya waktu yang singgah,
Tapi cermin untuk jiwa yang lelah,
Agar kembali pulang dengan arah,
Dan hati yang lebih berserah.
Kini,
Ramadhan perlahan meninggalkan kita,
Seperti angin yang pamit tanpa suara,
Menyisakan jejak dalam dada,
Dan tanya—sudahkah kita benar mencinta?
Langit masih sama, namun terasa beda,
Tak ada lagi sahur yang menggugah jiwa,
Tak ada lagi adzan maghrib yang dinanti,
Dengan rindu yang bergetar di hati.
Jika ini perpisahan yang sementara,
Semoga kita dipertemukan kembali di sana,
Dengan hati yang lebih bersih dan setia,
Menjemput Ramadhan dengan cinta yang nyata.
Karena sejatinya Ramadhan bukan hanya datang,
Tapi tentang bagaimana ia tinggal
Di dalam jiwa yang lapang.
Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1447 H Mohon Maaf Lahir dan Batin
Oleh:
Dr. Hj. Ayu Alwiyah Aljufri – Anggota Dewan Pertimbangan DPP Partai NasDem
Ramadhan datang membawa peluk,
Menyapa hati yang lama berdebu,
Dengan cahaya yang jatuh satu-satu.
Lapar bukan sekadar menahan rasa,
Haus bukan sekadar dahaga,
Di balik diam perut yang kosong,
Ada jiwa yang belajar tunduk dan tenang.
Di setiap sujud yang kian lama,
Ada rindu yang tak terucap kata,
Tentang dosa yang ingin dilepas,
Dan harap yang ingin kembali bebas.
Malam turun dengan sunyi yang hangat,
Doa-doa melangit tanpa sekat,
Air mata jatuh tanpa suara,
Menjadi saksi cinta pada-Nya.
Ramadhan,
Engkau bukan hanya waktu yang singgah,
Tapi cermin untuk jiwa yang lelah,
Agar kembali pulang dengan arah,
Dan hati yang lebih berserah.
Kini,
Ramadhan perlahan meninggalkan kita,
Seperti angin yang pamit tanpa suara,
Menyisakan jejak dalam dada,
Dan tanya—sudahkah kita benar mencinta?
Langit masih sama, namun terasa beda,
Tak ada lagi sahur yang menggugah jiwa,
Tak ada lagi adzan maghrib yang dinanti,
Dengan rindu yang bergetar di hati.
Jika ini perpisahan yang sementara,
Semoga kita dipertemukan kembali di sana,
Dengan hati yang lebih bersih dan setia,
Menjemput Ramadhan dengan cinta yang nyata.
Karena sejatinya Ramadhan bukan hanya datang,
Tapi tentang bagaimana ia tinggal
Di dalam jiwa yang lapang.
Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1447 H Mohon Maaf Lahir dan Batin
Oleh:
Dr. Hj. Ayu Alwiyah Aljufri – Anggota Dewan Pertimbangan DPP Partai NasDem
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
