Jakarta, 2 Mei 2023
Pemerintah terus mengupayakan cakupan imunisasi dasar untuk melindungi anak Indonesia dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Kejadian campak dan polio (KLB) yang terjadi berturut-turut menjadi tamparan bagi Kementerian Kesehatan untuk terus menggalakkan kerja imunisasi.
Menurut World Health Organization (WHO), terdapat 2.161 kasus suspek campak di Indonesia. Antara 1 Januari dan 3 April 2023, 848 dari kasus ini dikonfirmasi secara laboratorium dan 1.313 kompatibel secara klinis di 18 dari 38 provinsi.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Dr. Mohammad Syahril mengatakan Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai upaya preventif melalui imunisasi, termasuk penyakit campak. Pada tahun 2023, pemerintah meluncurkan program vaksinasi dosis ganda. Artinya, bayi atau balita bisa mendapatkan kedua vaksin esensial tersebut sekaligus begitu tiba di fasilitas kesehatan.
Pada tahun 2022, Kementerian Kesehatan akan mencapai cakupan imunisasi melalui Bulan Nasional Imunisasi Anak (BIAN).
“BIAN terdiri dari dua kegiatan pelayanan imunisasi, yang pertama pelayanan imunisasi tambahan berupa vaksin campak dan rubella dosis tunggal tanpa melihat status imunisasi sebelumnya. Kedua pelayanan imunisasi susulan Imunisasi ganda datang dalam bentuk imunisasi dasar dan lanjutan status imunisasi bagi anak-anak yang belum mendapatkan dosis vaksin sesuai usianya,” ujar dr. Syahril.
Pelaksanaan BIAN akan dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama dilaksanakan di seluruh provinsi kecuali Jawa dan Bali mulai Mei 2022.
Imunisasi berupa imunisasi campak-rubella diberikan pada usia 9 bulan, dilanjutkan dengan dosis booster pada usia 18 bulan dan saat anak masuk sekolah dasar (6-7 tahun).
Sedangkan imunisasi susulan diberikan kepada anak usia 12 sampai 59 bulan yang belum selesai imunisasi OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib.
BIAN tahap kedua akan diselenggarakan di Jawa dan Bali pada Agustus 2022. Imunisasi campak-rubella diberikan pada anak usia 9 sampai 59 bulan, dan imunisasi susulan diberikan pada anak usia 12 sampai 59 bulan yang belum selesai imunisasi OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib.
Lanjut dr Syahril imunisasi susulan adalah upaya pemberian imunisasi kepada individu karena satu atau lebih dosis vaksin yang diberikan kurang dari yang seharusnya. Dapat dilaksanakan bersamaan dengan program imunisasi rutin atau kegiatan imunisasi khusus.
Sebanyak 72,7% atau 26,5 juta anak Indonesia telah divaksinasi campak dan rubella dengan sasaran 36,4 juta anak. Di antaranya, wilayah Jawa-Bali menyumbang proporsi tertinggi, mencapai 98% dari seluruh capaian. Adapun 27 provinsi lainnya di luar Jawa dan Bali menyumbang 63,9%.
Secara spesifik, target imunisasi campak-rubella sebesar 95% dicapai di seluruh provinsi di wilayah Jawa-Bali, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Timur. Sementara itu, hanya satu provinsi di luar Jawa-Bali yang mampu mencapai target 95% yaitu Sulawesi Selatan.
Kementerian Kesehatan juga telah mengembangkan 3 strategi promosi imunisasi rutin pada anak untuk melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi (PD3I).
Pertama, ditambahkan 3 jenis imunisasi rutin baru untuk anak, meningkat dari 11 menjadi 14 vaksin. Vaksin baru tersebut antara lain vaksin rotavirus anti diare dan vaksin PCV anti pneumonia untuk anak, serta vaksin HPV untuk anak kelas lima dan enam sekolah dasar untuk mencegah potensi kanker serviks. Kanker pada anak-anak saat dewasa.
Kedua, digitalisasi data imunisasi. Kementerian Kesehatan telah menyiapkan aplikasi rekam imunisasi digital. Yaitu My App for Health Indonesia (ASIK). Tidak ada lagi entri manual di buku besar, dan semua data imunisasi anak akan langsung masuk ke ASIK yang terintegrasi ke dalam platform SatuSehat.
Aplikasi ini akan kami sediakan untuk seluruh puskesmas dan dinas kesehatan agar dinas kesehatan juga bisa mendapatkan datanya.
Ketiga, mengacu pada rezim vaksinasi COVID-19, imunisasi anak nantinya akan dilakukan dengan undangan di aplikasi. Sedemikian rupa sehingga pemerintah daerah dan petugas kesehatan sudah mengetahui anak-anak yang belum divaksinasi.
Dr Syahril mengimbau para orang tua agar segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan untuk vaksinasi, sesering mungkin. Ternyata jika imunisasi dilakukan tepat waktu sesuai rencana, tingkat kekebalan terhadap PD3I ini dapat dicapai dan wabah secara umum dapat dicegah.
“Pemberian imunisasi terbukti melindungi anak dari penyakit berbahaya, membuat mereka lebih sehat dan produktif. Tidak hanya itu, manfaat imunisasi di masa depan jauh lebih besar daripada dampaknya.” Syahril.
Pesan itu disiarkan oleh Badan Komunikasi dan Layanan Kemanusiaan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut hubungi nomor hotline Halo Kemenkes 1500-567, SMS 081281562620 dan email contact@kemkes.go.id (D2).
sekretaris komunikasi dan layanan publik
dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan

