Jakarta: Kemandirian selama ini menjadi ciri pesantren. Hal ini salah satunya dikembangkan oleh Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin, Lendang Nangka Kecamatan Masbagik Kabupaten, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pesantren ini mengembangkan usaha ekonomi hingga bisa mengasuh para santrinya secara gratis dan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat di sekitar pesantren.
Menjadi pesantren yang mandiri memang sudah menjadi tujuan sejak pertama kali pesantren ini berdiri pada 1990. “Di sini kami ada unit usaha dari pertanian dan perdagangan. Alhamdulillah kami bercita-cita menjadikan Pondok Pesantren Thohir Yasin menjadi pondok yang mandiri. Artinya, pondok mandiri siap tanpa kami itu tidak selalu mengharapkan dari luar. Kami ingin supaya dari usaha kami sendiri untuk gaji guru, pembangunannya itu harap kami” kata pimpinan Ponpes Thohir Yasin, TGH Ismail Thohir saat ditemui di Pondok Pesantren Thohir Yasin.
Ismail Thohir mengatakan beberapa tahun ini cita-cita untuk menjadi pesantren yang mandiri mengalami progres yang positif. Bukan hanya bisa menggaji guru dari unit usaha yang ada, tetapi juga menggratiskan biaya pendidikan untuk santrinya yang kurang mampu.
“Kami bantu anak-anak yang yang ekonominya lemah. Termasuk dari golongan yatim piatu, fakir miskin yang tadinya tidak mampu untuk sekolah, Alhamdulillah Jadinya kita bisa menanggulanginya sekemampuan kami. Ada seratusan juga anak-anak yang ditanggulangi berkat adanya perekonomian yang ada di pondok Thohir Yasin,” bebernya.
Keberhasilan pondok yang berada di kawasan perbukitan kaki Gunung Rinjani mewujudkan kemandirian ekonomi ponpes ini tidak lepas dari dukungan Bank Indonesia. Ismail Thohir menyebutkan ada beberapa bentuk dukungan dari Bank Indonesia seperti pembangunan Green House, Rumah Potong Unggas (RPU), dan juga mesin gilingan gabah.
Bantuan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menerapkan sistem integrated farming atau sistem pertanian berkelanjutan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Pesantren (BUMPes) Harmoni. “Jadi satu peraduan yang mengikat, dari hulu ke hilir. Dari hasil pertanian ada padi masuk ke rice milling untuk konsumsi di pondok. Nah sisa dari rice milling itu nanti untuk pertanian jadi sekam, jadi pupuk,” jelas Syahrullah, Direktur Badan Usaha Pondok Pesantren.
(Unit usaha BUMPes Harmoni. Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)
Selain dari pertanian, sumber penghasilan BUMPes ini juga berasal dari peternakan ayam dan pemotongan hewan. Program Makan Bergizi Gratis juga turun mendongkrak pemasukan BUMPes.
“Dari MBG itu 20 persen terserapnya. Karena kan mereka pesan nggak sedikit, ayam misalnya itu kadang-kadang itu sampai 1 ton per hari. Untuk mencukupi suplai kami melibatkan mitra masyarakat yang mau punya kandang, kami kasih mereka bibit, kasih pakan, nanti mereka pelihara ketika besar kami ambil,” ungkapnya.
Selain menggandeng mitra untuk unit usaha peternakan ayam, unit-unit usaha yang dimiliki pesantren Thohir Yasin juga melibatkan warga sekitar ponpes. Saat ini ada 150 pekerja yang terlibat di unit usaha mereka mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, laundry, barbershop, AMDK, dan perdagangan
Omzet Rp3 Miliar Per Tahun
Syahrullah menjelaskan bahwa dengan terus bergeraknya unit usaha, omzet BUMPes mencapai Rp3 miliar per tahun. “Trennya naik terus, kemarin itu di angka Rp 2 miliar. Tiap tahun Alhamdulillah bisa naik apalagi pasar kami semakin kuat semakin tinggi. Kami juga kuat di pasaran apalagi ada HEBITREN (Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren) ada dengan BI setiap tamu datang kami kasih oleh-oleh dari sini,” jelasnya.
Kebutuhan Pesantren dari Hasil Unit Usaha
Syahrullah mengatakan saat ini keuntungan dari unit usaha yang ada diperuntukan untuk membantu biaya operasional pondok pesantren mencapai 70 persen. Kontribusi unit usaha sangat besar dalam membantu operasional pondok.
“Alhamdulillah sekarang masih di angka 70 persen. 70 persen operasional itu dukungan dari ekonomi pesantrennya,” ungkapnya.
Bisnis Digital Aplikasi Sistem Informasi Digital Kolektif
BUMPes juga merambah bisnis digital dengan menyediakan aplikasi Sistem Informasi Digital Kolektif (SIDIK). Sistem yang menjadi bagian dari transformasi digital pesantren ini awalnya dikembangkan untuk internal pesantren yang dipakai para santri untuk pembayaran dan tagihan.
Aplikasi ini menjadi dompet digital para santri yang bisa diisi dan dipantau langsung oleh wali santri. Selain itu, wali santri juga bisa menetapkan limit untuk transaksinya.
“Ini mulai diterapkan 2023. Orang tua bisa membaca transaksi anaknya melalui SIDIK,” jelasnya.
Sekarang sudah ada tiga ponpes yang menggunakan aplikasi Sistem Informasi Digital Kolektif ini.
Membentuk Jiwa Kewirausahaan Santri
Syahrullah menyebutkan bahwa para santri juga mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan unit-unit usaha di pesantren jadi tempat praktiknya. Melalui pelatihan ini diharapkan jebolan Thohir Yasin nantinya tidak hanya menguasai ilmu agama tetapi juga bisa ikhtiar untuk membuka usaha dengan prinsip-prinsip yang sudah dipelajari di pesantren.
“Mereka juga ada ikhtiar untuk berusaha. Selain mereka pandai mengaji, mereka juga pandai menggaji mampu membuka lapangan kerja baru,” terangnya.
Peran Kunci BI dan HEBITREN
Keberhasilan pesantren Thohir Yasin mewujudkan kemandirian ekonomi ini tidak lepas dari peran BI dan HEBITREN yang memberi dukungan untuk peningkatan kapasitas unit usaha. Selain itu pesantren juga mendapatkan pembinaan dalam manajemen keuangan.
“Intinya bagaimana mereka mengelola atau memanajemen keuangannya agar rapi, dipisahkan dengan manajemen santrinya,” jelas Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Andhi Wahyu Riyadno.
Selain itu, HEBITREN juga mendorong agar pesantren melakukan pemberdayaan wakaf menjadi unit usaha yang bisa dikelola bersama-sama.
“Di HEBITREN, Kami juga mendorong bagaimana mereka mengumpulkan wakaf di antara mereka sendiri, sehingga mereka juga punya suatu pemberdayaan dari sisi wakaf tadi, menjadi unit usaha yang bisa dikelola bersama-sama,” terangnya.
Pesantren ini mengembangkan usaha ekonomi hingga bisa mengasuh para santrinya secara gratis dan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat di sekitar pesantren.
Menjadi pesantren yang mandiri memang sudah menjadi tujuan sejak pertama kali pesantren ini berdiri pada 1990. “Di sini kami ada unit usaha dari pertanian dan perdagangan. Alhamdulillah kami bercita-cita menjadikan Pondok Pesantren Thohir Yasin menjadi pondok yang mandiri. Artinya, pondok mandiri siap tanpa kami itu tidak selalu mengharapkan dari luar. Kami ingin supaya dari usaha kami sendiri untuk gaji guru, pembangunannya itu harap kami” kata pimpinan Ponpes Thohir Yasin, TGH Ismail Thohir saat ditemui di Pondok Pesantren Thohir Yasin.
Ismail Thohir mengatakan beberapa tahun ini cita-cita untuk menjadi pesantren yang mandiri mengalami progres yang positif. Bukan hanya bisa menggaji guru dari unit usaha yang ada, tetapi juga menggratiskan biaya pendidikan untuk santrinya yang kurang mampu.
“Kami bantu anak-anak yang yang ekonominya lemah. Termasuk dari golongan yatim piatu, fakir miskin yang tadinya tidak mampu untuk sekolah, Alhamdulillah Jadinya kita bisa menanggulanginya sekemampuan kami. Ada seratusan juga anak-anak yang ditanggulangi berkat adanya perekonomian yang ada di pondok Thohir Yasin,” bebernya.
Keberhasilan pondok yang berada di kawasan perbukitan kaki Gunung Rinjani mewujudkan kemandirian ekonomi ponpes ini tidak lepas dari dukungan Bank Indonesia. Ismail Thohir menyebutkan ada beberapa bentuk dukungan dari Bank Indonesia seperti pembangunan Green House, Rumah Potong Unggas (RPU), dan juga mesin gilingan gabah.
Bantuan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menerapkan sistem integrated farming atau sistem pertanian berkelanjutan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Pesantren (BUMPes) Harmoni. “Jadi satu peraduan yang mengikat, dari hulu ke hilir. Dari hasil pertanian ada padi masuk ke rice milling untuk konsumsi di pondok. Nah sisa dari rice milling itu nanti untuk pertanian jadi sekam, jadi pupuk,” jelas Syahrullah, Direktur Badan Usaha Pondok Pesantren.
.jpg)
(Unit usaha BUMPes Harmoni. Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)
Selain dari pertanian, sumber penghasilan BUMPes ini juga berasal dari peternakan ayam dan pemotongan hewan. Program Makan Bergizi Gratis juga turun mendongkrak pemasukan BUMPes.
“Dari MBG itu 20 persen terserapnya. Karena kan mereka pesan nggak sedikit, ayam misalnya itu kadang-kadang itu sampai 1 ton per hari. Untuk mencukupi suplai kami melibatkan mitra masyarakat yang mau punya kandang, kami kasih mereka bibit, kasih pakan, nanti mereka pelihara ketika besar kami ambil,” ungkapnya.
Selain menggandeng mitra untuk unit usaha peternakan ayam, unit-unit usaha yang dimiliki pesantren Thohir Yasin juga melibatkan warga sekitar ponpes. Saat ini ada 150 pekerja yang terlibat di unit usaha mereka mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, laundry, barbershop, AMDK, dan perdagangan
Contents
Omzet Rp3 Miliar Per Tahun
Syahrullah menjelaskan bahwa dengan terus bergeraknya unit usaha, omzet BUMPes mencapai Rp3 miliar per tahun. “Trennya naik terus, kemarin itu di angka Rp 2 miliar. Tiap tahun Alhamdulillah bisa naik apalagi pasar kami semakin kuat semakin tinggi. Kami juga kuat di pasaran apalagi ada HEBITREN (Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren) ada dengan BI setiap tamu datang kami kasih oleh-oleh dari sini,” jelasnya.
Kebutuhan Pesantren dari Hasil Unit Usaha
Syahrullah mengatakan saat ini keuntungan dari unit usaha yang ada diperuntukan untuk membantu biaya operasional pondok pesantren mencapai 70 persen. Kontribusi unit usaha sangat besar dalam membantu operasional pondok.
“Alhamdulillah sekarang masih di angka 70 persen. 70 persen operasional itu dukungan dari ekonomi pesantrennya,” ungkapnya.
Bisnis Digital Aplikasi Sistem Informasi Digital Kolektif
BUMPes juga merambah bisnis digital dengan menyediakan aplikasi Sistem Informasi Digital Kolektif (SIDIK). Sistem yang menjadi bagian dari transformasi digital pesantren ini awalnya dikembangkan untuk internal pesantren yang dipakai para santri untuk pembayaran dan tagihan.
Aplikasi ini menjadi dompet digital para santri yang bisa diisi dan dipantau langsung oleh wali santri. Selain itu, wali santri juga bisa menetapkan limit untuk transaksinya.
“Ini mulai diterapkan 2023. Orang tua bisa membaca transaksi anaknya melalui SIDIK,” jelasnya.
Sekarang sudah ada tiga ponpes yang menggunakan aplikasi Sistem Informasi Digital Kolektif ini.
Membentuk Jiwa Kewirausahaan Santri
Syahrullah menyebutkan bahwa para santri juga mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan unit-unit usaha di pesantren jadi tempat praktiknya. Melalui pelatihan ini diharapkan jebolan Thohir Yasin nantinya tidak hanya menguasai ilmu agama tetapi juga bisa ikhtiar untuk membuka usaha dengan prinsip-prinsip yang sudah dipelajari di pesantren.
“Mereka juga ada ikhtiar untuk berusaha. Selain mereka pandai mengaji, mereka juga pandai menggaji mampu membuka lapangan kerja baru,” terangnya.
Peran Kunci BI dan HEBITREN
Keberhasilan pesantren Thohir Yasin mewujudkan kemandirian ekonomi ini tidak lepas dari peran BI dan HEBITREN yang memberi dukungan untuk peningkatan kapasitas unit usaha. Selain itu pesantren juga mendapatkan pembinaan dalam manajemen keuangan.
“Intinya bagaimana mereka mengelola atau memanajemen keuangannya agar rapi, dipisahkan dengan manajemen santrinya,” jelas Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Andhi Wahyu Riyadno.
Selain itu, HEBITREN juga mendorong agar pesantren melakukan pemberdayaan wakaf menjadi unit usaha yang bisa dikelola bersama-sama.
“Di HEBITREN, Kami juga mendorong bagaimana mereka mengumpulkan wakaf di antara mereka sendiri, sehingga mereka juga punya suatu pemberdayaan dari sisi wakaf tadi, menjadi unit usaha yang bisa dikelola bersama-sama,” terangnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(RUL)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan

