Karakteristik mayoritas karyawan produktif di kawasan IMIP berada pada rentang usia 26–35 tahun. Dari survei perputaran ekonomi di Kecamatan Bahodopi diketahui, proporsi mereka mencapai 56,4 persen dari total responden. Komposisi demografis ini menunjukkan bahwa kawasan IMIP didukung kelompok usia produktif yang aktif secara ekonomi, dengan kecenderungan tingkat belanja kebutuhan harian yang tinggi dan stabil.
Karakteristik usia produktif berimplikasi langsung pada pola pengeluaran. Survei yang dilakukan tim Research and Support Departemen Secretariat General Affair PT IMIP mencatat, 98,4 persen responden mengalokasikan pengeluaran mereka untuk kebutuhan konsumsi makanan dan minuman setiap hari. Rerata belanja konsumsi tercatat mencapai sekitar Rp2,19 juta per orang setiap bulan. Ini menjadikan sektor kuliner sebagai salah satu tulang punggung utama ekonomi lokal di lingkar industri IMIP.
Dalam riset itu disebutkan, secara agregat, aktivitas konsumsi para karyawan ini membentuk perputaran ekonomi yang signifikan. Total pengeluaran bulanan karyawan di kawasan IMIP diperkirakan mencapai Rp492 miliar, atau setara Rp5,9 triliun dalam setahun. Angka ini tidak hanya mencerminkan daya beli yang kuat, tapi juga menunjukkan besarnya kontribusi tenaga kerja industri terhadap pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.
Tingginya konsumsi harian tersebut turut mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Bahodopi dan sekitarnya. Saat ini, tercatat sebanyak 7.643 unit UMKM beroperasi di kawasan tersebut, dengan komposisi usaha mikro sekitar 78 persen, dan usaha kecil 22 persen. Kehadiran UMKM ini berperan penting dalam memenuhi kebutuhan harian para pekerja, terutama untuk alokasi kebutuhan makan-minum, kontrakan, transportasi, dan kebutuhan dasar lainnya.
Di samping konsumsi makanan, pola hidup karyawan usia produktif juga mendorong pertumbuhan sektor pendukung lainnya, seperti transportasi dan indekos.

(Lampiran Tabel Alokasi Pengeluaran Bulanan Karyawan IMIP)
Sebagian besar pekerja (82,6 persen) tinggal di rumah kos atau kontrakan dengan sewa rata-rata Rp1,26 juta per bulan. Sekitar 79,3 persen responden juga mengeluarkan biaya rutin untuk transportasi yang turut menggerakkan sektor jasa transportasi lokal.
Menariknya, preferensi belanja karyawan cenderung kuat pada pelaku usaha lokal. Sebanyak 57 persen karyawan menyatakan lebih sering berbelanja di warung atau kios lokal dibandingkan ke toko modern. Faktor kedekatan lokasi menjadi alasan utama, selain pertimbangan harga yang lebih terjangkau dan kedekatan sosial dengan penjual. Dengan struktur demografi didominasi usia produktif serta daya beli kuat, kawasan IMIP diproyeksikan akan terus menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang dinamis. Kondisi ini berpeluang terus menghidupkan ruang pertumbuhan inklusif bagi pelaku UMKM di Bahodopi.
Situasi ini menjadi sinyal pentingnya dukungan pengembangan kegiatan ekonomi padat karya di sekitar industri padat modal di kawasan IMIP. Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, memandang, perlu penguatan untuk sektor perdagangan, jasa logistik, konstruksi, dan UMKM pendukung lain. “Langkah ini bertujuan membantu memperluas distribusi manfaat ekonomi dari aktivitas industri. Selain itu, dapat membantu menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat lokal,” BI Sulteng dalam keterangan tertulisnya.
Dalam jangka panjang, penting pula diversifikasi struktur ekonomi daerah demi menjaga agar perekonomian tidak terlalu rentan terhadap dinamika satu sektor utama saja. Beberapa sektor potensi ekonomi lokal lain yang perlu dikembangkan adalah pertanian, perikanan, pariwisata, dan industri pengolahan skala menengah. Sejalan dengan itu, pemerintah daerah dapat lebih aktif dan responsif menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dan perdagangan.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulteng, Andi Irman menuturkan upaya strategis yang akan ditempuh dengan meningkatkan iklim investasi kondusif bagi perkembangan industri serta penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat. “Selain pengelolaan potensi fiskal daerah, pemerintah mendukung kebijakan hilirisasi industri untuk memberikan nilai tambah komoditas daerah,” kata Andi Imran.
Dengan struktur demografi yang didominasi oleh usia produktif serta kuatnya daya beli, kawasan IMIP diproyeksi terus menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang dinamis, sekaligus mengerek pertumbuhan inklusif bagi pelaku UMKM di Kecamatan Bahodopi dan Kabupaten Morowali. Dengan begitu, akan tercipta keseimbangan pertumbuhan industri yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan

