Manoj Punjabi selaku produser menyebut upaya mendapatkan hak adaptasi film yang aslinya disutradarai Majid Majidi tidak mudah. Butuh pertimbangan dan seleksi khusus sebelum film legendaris itu diadaptasi ke versi Indonesia.
“Cerita ini kami sudah kejar dari tujuh sampai delapan tahun, bahkan 10 tahun. Kita coba terus tidak dapat-dapat, akhirnya bisa jatuh ke tangan MD. Saya bersyukur dan ini sesuai ekspektasi saya. Jarang kalau kita adaptasi film ada benchmark-nya, tapi saya bisa bilang Anda semua tidak akan kecewa,” kata Manoj Punjabi di Jakarta.
Hanung Bramantyo selaku sutradara menyebut menggarap versi Indonesia film Children of Heaven sangatlah menantang. Dia tidak mau film ini dianggap menjual kemiskinan baik dari segi cerita dan memaksakan diri membuat penonton menangis.
“Sebagaimana yang dipesankan oleh kreatornya, Majid Majidi, film ini tidak boleh mengeksploitasi kesedihan dan kemiskinan. Justru di tengah keterbatasan, kita harus menunjukkan martabat sebagai manusia. Itu yang saya lihat dalam film-film Iran. Mereka bangga menjadi diri sendiri meskipun serba kurang,” jelas Hanung.
Agar tak terlalu jauh dengan cerita aslinya, Hanung menjadikan era tahun 1980an di Semarang sebagai latar film. Mereka tidak ingin memaksakan cerita ke versi saat ini.

“Zaman sekarang semua punya HP. Kemiskinan yang ada di film ini bukan itu poin yang mau disampaikan. Kita tidak mau memeras emosi yang tidak benar. Keputusan bersama adalah ambil setting 80-an. Zaman itu sepatu adalah barang mewah, luxury,” jelas Manoj.
Film ini bakal dibintangi Jared Ali (Ali), Humaira Jahra (Zahra), Andri Mashadi dan Faradina Mufti. Film Children of Heaven versi Indonesia dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 27 Mei 2026 yang bertepatan dengan momen Idul Adha.
“Idul Adha adalah hari pengorbanan. Film ini juga bercerita tentang pengorbanan kakak untuk adiknya. Sangat tepat momennya. Kami akan dorong promosi secara besar-besaran karena film bagus harus berani ditonjolkan,” tutup Manoj.
Dalam versi aslinya, film Children of Heaven menceritakan perjuangan seorang bocah laki-laki untuk membahagiakan adik perempuannya melalui sepasang sepatu. Ali tidak sengaja menghilangkan sepatu sekolah adiknya. Karena takut memberitahu orang tua mereka yang miskin, mereka berbagi sepatu satu-satunya yang mereka miliki untuk pergi sekolah secara bergantian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan

