Setiap makanan dan minuman mengandung kalori yang berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh. Secara umum, kebutuhan kalori orang dewasa berada di kisaran 1.600–2.800 kalori per hari, tergantung usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik.
Jika jumlah kalori yang masuk melebihi kebutuhan harian, kelebihannya dapat disimpan sebagai lemak dan memicu kenaikan berat badan. Inilah yang menyebabkan berat badan bertambah dan kita biasanya membutuhkan diet.
Nah, untuk memaksimalkan diet kamu, bisa untuk menghitung kalori makanan dengan mudah. Dilansir dalam beberapa sumber, inilah cara menghitung kalori makanan yang benar, antara lain:
Contents
1. Perhatikan label gizi
Saat mengonsumsi makanan kemasan, biasakan untuk membaca bagian “Takaran Saji” dan total kalori per sajian. Banyak orang tidak menyadari bahwa satu kemasan bisa berisi lebih dari satu takaran saji, sehingga jumlah kalori yang masuk sebenarnya lebih besar dari yang terlihat di baris pertama label gizi.
Contoh cara menghitungnya adalah seperti biskuit memiliki 120 kalori per takaran saji dan satu bungkus berisi dua takaran saji. Kemudian, kamu menghitungnya dengan hasil totalnya menjadi 240 kalori, jika menghabiskan seluruh kemasan.
2. Menggunakan tabel kalori makanan untuk non-kemasan
Jika kamu adalah tim masak sendiri, dapat menggunakan tabel kalori makanan pada umumnya. Biasanya kalori-kalori ini tersedia di berbagai situs nutrisi atau panduan gizi resmi. Inilah beberapa contohnya:
– 100 gram nasi putih: ±175 kalori.
– 1 telur ayam rebus: ±68 kalori.
– 1 pisang ukuran sedang: ±105 kalori.
– 1 sendok makan minyak goreng: ±120 kalori.
3. Gunakan timbangan
Jumlah kalori sangat dipengaruhi oleh ukuran porsi. Perbedaan kecil, seperti 50–100 gram bahan makanan, dapat menghasilkan selisih kalori yang cukup besar. Jadi, sangat membantu untuk menggunakan timbangan.
4. Perhatikan cara memasak
Selain porsi, cara memasak juga berpengaruh pada besarnya kalori yang masuk ke tubuh. Beberapa metode memasak dapat menambah kalori, sementara yang lain hampir tidak mengubahnya sama sekali.
Contohnya adalah menggoreng, yang dapat menyerap minyak, sehingga kalorinya meningkat. Untuk menumis, biasanya pertambahan kalori lebih sedikit. Kemudian, merebus, mengukus, atau memanggang tanpa minyak umumnya tidak menambah kalori.
Itulah beberapa cara untuk mengukur kalori pada makanan. Jadi, kamu ingin mencoba yang mana dulu, Sobat Medcom?
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
