
Memahami anatomi kulit adalah awal yang baik ketika mencari tahu apakah organ ini “perlu bernapas” karena memberikan beberapa konteks. Nah, supaya kamu gak bingung, Kate Viola, MD, MPH, FAAD, dokter kulit bersertifikat dan pendiri Lady Polpo Skincare, akan menjelaskan alasan kulit perlu bernapas dan apa yang harus dilakukan dengan kulitmu. Berikut ulasannya!
Benarkah kulit bernapas?
Pada prinsipnya, kulit secara teknis tidak bernapas. Pasalnya, kulit diberi nutrisi oleh oksigen dari darah, bukan oksigen dari udara, namun ia menyerap oksigen. Mengutip laman Real Simple, Erica Marie Gatt, ahli kecantikan dan pendiri EM Skin, mengatakan meskipun secara teknis hanya mitos bahwa kulit perlu bernapas (seperti saat menarik dan membuang napas), kulit bisa mendapat manfaat karena terbebas dari penghalang oklusif (make up atau produk perawatan kulit) karena dapat mencegah penyerapan oksigen.
Konsep “pernapasan kulit” juga didasarkan pada premis bahwa memberikan pori-pori kamu istirahat dari penumpukan produk, penyebab stres lingkungan, dan keringat adalah ide yang baik.
Kulit kamu selalu mendapat manfaat dari ‘pernapasan’ dalam artian istirahat dari aktivitas dan produk lainnya di mana bisa memungkinkan kulit memperbaiki dirinya sendiri. Ini karena kulit punya proses peremajaannya sendiri.
Dalam hal ini, yang terpenting bukanlah menghindari produk riasan dan perawatan kulit sama sekali, melainkan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan spesifik kulit. Keseimbangan ini memungkinkan kulit mempertahankan proses swasembada alaminya.
Kapan kulit cukup bernapas?
Untuk memastikan perawatan yang dibutuhkan kulitmu, cobalah bercermin. “Kulit adalah komunikator yang hebat, ini akan membantu jika kamu membutuhkan ‘waktu istirahat’ dari riasan atau produk perawatan kulit tertentu dalam bentuk ruam, jerawat, kusam, kering, iritasi, atau reaksi alergi,” jelas Dr. Viola.
Yang paling penting adalah memilih produk perawatan kulit yang sesuai dengan jenis kulitmu dan tidak menghalangi pelindung kulit (skin barrier). Gatt menambahkan bahwa memberikan kulit istirahat sesekali dari wajah yang penuh riasan mungkin juga bermanfaat. Hal ini terutama berlaku jika riasan yang digunakan tidak berfokus pada perawatan kulit dan diformulasikan dengan bahan oklusif.
“Saat memakai riasan dalam jangka waktu lama, kamu mungkin menyadari kulit lebih berminyak, lebih banyak berjerawat, pori-pori tersumbat, atau tekstur tidak rata,” ujar Gatt.
Ini semua adalah indikator bahwa kamu perlu berhenti menggunakan riasan. Gatt juga merekomendasikan untuk tidak menggunakan produk perawatan kulit yang ampuh dengan bahan aktif yang kuat, seperti asam dan retinol dan memperhatikan kebutuhan kulit. Jika ragu, bicarakan dengan dokter kulit untuk menentukan produk dan rutinitas mana yang terbaik untuk jenis kulitmu.
(yyy)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan

