
Antara • 15 Oktober 2023 23:39
Papua Barat: Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw mengatakan mengonsumsi pangan lokal seperti sagu, keladi, dan singkong mampu meredam gejolak perubahan iklim akibat badai El Nino.
Oleh sebabnya, pemerintah daerah terus berupaya agar masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk membudidayakan komoditas pangan lokal sehingga tidak mengalami ketergantungan terhadap beras.
“Beberapa negara pengimpor beras sudah mulai menghentikan aktivitas impor. Makanya, mari kita tanam komoditas lokal supaya bisa dikonsumsi sehari-hari,” kata Paulus Waterpauw di Manokwari, Minggu, 15 Oktober 2023.
Menurut dia, pembudidayaan pangan lokal mampu beradaptasi dengan lingkungan sekaligus memberikan efek positif terhadap kesehatan karena pangan lokal merupakan produk organik.
Beberapa komoditas pangan lokal dari Papua Barat telah diikutsertakan dalam berbagai pameran perdagangan baik dalam maupun luar negeri sejak tahun 2022 hingga 2023.
“Bahkan produk pangan lokal seperti cokelat dari Kabupaten Manokwari Selatan dan buah pala dari Fakfak sudah menembus pasar internasional,” jelas Waterpauw.
Ia menuturkan langkah yang dilakukan guna mengantisipasi El Nino adalah pemantauan ketersediaan air, menyiapkan dan menghitung produktivitas tanaman sumber pangan, meningkatkan budidaya tanaman pangan, dan mengintervensi daerah yang diprediksi terjadi kekeringan.
Pemerintah provinsi terus meningkatkan sinergi kolaborasi dengan tujuh pemerintah kabupaten di Papua Barat, demi mengoptimalkan implementasi upaya mengantisipasi dampak El Nino.
“Dalam rangka antisipasi dampak El Nino, saya sudah minta para bupati melakukan langkah-langkah strategi itu,” ucap Paulus Waterpauw.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat Roni Cahyadi menuturkan perluasan tanaman pangan yang diikuti dengan gerakan menanam berdampak positif terhadap ketersediaan pasokan pangan untuk jangka panjang.
Papua Barat secara keseluruhan memiliki risiko rendah terhadap fenomena perubahan iklim El Nino, meski demikian langkah antisipatif perlu dilakukan secara berkala di seluruh wilayah.
“Lahan pertanian yang luas akan mengurangi risiko kekurangan bahan pangan,” kata Roni.
Selain itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua Barat telah merumuskan strategi menjaga ketersediaan stok bahan pangan meliputi peningkatan produksi beras, menggelorakan gerakan menanam tanaman pangan lokal, dan menjaga rantai distribusi kebutuhan pokok.
Oleh sebabnya, pemerintah daerah terus berupaya agar masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk membudidayakan komoditas pangan lokal sehingga tidak mengalami ketergantungan terhadap beras.
“Beberapa negara pengimpor beras sudah mulai menghentikan aktivitas impor. Makanya, mari kita tanam komoditas lokal supaya bisa dikonsumsi sehari-hari,” kata Paulus Waterpauw di Manokwari, Minggu, 15 Oktober 2023.
Menurut dia, pembudidayaan pangan lokal mampu beradaptasi dengan lingkungan sekaligus memberikan efek positif terhadap kesehatan karena pangan lokal merupakan produk organik.
Beberapa komoditas pangan lokal dari Papua Barat telah diikutsertakan dalam berbagai pameran perdagangan baik dalam maupun luar negeri sejak tahun 2022 hingga 2023.
“Bahkan produk pangan lokal seperti cokelat dari Kabupaten Manokwari Selatan dan buah pala dari Fakfak sudah menembus pasar internasional,” jelas Waterpauw.
Ia menuturkan langkah yang dilakukan guna mengantisipasi El Nino adalah pemantauan ketersediaan air, menyiapkan dan menghitung produktivitas tanaman sumber pangan, meningkatkan budidaya tanaman pangan, dan mengintervensi daerah yang diprediksi terjadi kekeringan.
Pemerintah provinsi terus meningkatkan sinergi kolaborasi dengan tujuh pemerintah kabupaten di Papua Barat, demi mengoptimalkan implementasi upaya mengantisipasi dampak El Nino.
“Dalam rangka antisipasi dampak El Nino, saya sudah minta para bupati melakukan langkah-langkah strategi itu,” ucap Paulus Waterpauw.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat Roni Cahyadi menuturkan perluasan tanaman pangan yang diikuti dengan gerakan menanam berdampak positif terhadap ketersediaan pasokan pangan untuk jangka panjang.
Papua Barat secara keseluruhan memiliki risiko rendah terhadap fenomena perubahan iklim El Nino, meski demikian langkah antisipatif perlu dilakukan secara berkala di seluruh wilayah.
“Lahan pertanian yang luas akan mengurangi risiko kekurangan bahan pangan,” kata Roni.
Selain itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua Barat telah merumuskan strategi menjaga ketersediaan stok bahan pangan meliputi peningkatan produksi beras, menggelorakan gerakan menanam tanaman pangan lokal, dan menjaga rantai distribusi kebutuhan pokok.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
(NUR)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan

