Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains Brian Yuliarto menegaskan, riset genomik merupakan kerja lintas disiplin yang tidak dapat dilakukan secara parsial. Sebagai langkah konkret, pemerintah dapat membentuk Konsorsium Riset Genomik Nasional.
“Konsorsium ini menjadi platform strategis yang menghubungkan perguruan tinggi, lembaga riset, rumah sakit pendidikan, hingga mitra industri,” ujar Brian ketika menghadiri Forum komunikasi strategis nasional bertajuk “BGSI Ecosystem Roadshow” di Auditorium Leimena, Kementerian Kesehatan, minggu lalu.
Kepala Badan Riset Nasional (BRIN) Arif Satria juga menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung konsorsium melalui penyediaan akses fasilitas riset berstandar tinggi (high-end facilities).
Langkah ini menjadi solusi atas mahalnya biaya pengadaan laboratorium genomik yang sulit dipenuhi oleh setiap institusi secara mandiri.
“BRIN membuka kolaborasi seluas-luasnya agar fasilitas yang ada dapat digunakan bersama guna memacu inovasi nasional,” kata Arif.
Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi G. Sadikin menyampaikan bahwa pengembangan genomik akan membawa perubahan besar dalam industri kesehatan Indonesia.
(1).jpg)
(Ke depan BGSI difokuskan pada sejumlah penyakit prioritas seperti stroke, jantung, dan kanker payudara sebagai pilot project. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Menkes menekankan bahwa riset genomik membutuhkan kerja sama lintas disiplin, mulai dari biologi, kimia, matematika, kecerdasan artifisial, hingga kedokteran.
“Dengan memahami genom, diagnosis dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Kita bisa periksa dengan pasti ketika ciri-ciri penyakit sudah muncul, lalu langsung tahu bagaimana cara mengobatinya dengan presisi. Ini yang akan mereformasi industri kesehatan di Indonesia,” ujar Menkes Budi.
Ke depan Biomedical Genome Science Initiative (BGSI) difokuskan pada sejumlah penyakit prioritas seperti stroke, jantung, dan kanker payudara sebagai pilot project.
Melalui konsorsium riset yang melibatkan lintas sektor seperti Kemenkes, Kemdiktisaintek, BRIN, perguruan tinggi, serta rumah sakit, maka Indonesia diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan data genomik untuk kebijakan kesehatan dan pelayanan publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan

