
“Kalau belajar dari kasus kekerasan ekstrem di Bandung ini, catatan pertama saya ada pada ekosistemnya. Korban ini punya orang tua dan saudara, tapi komunikasi terputus sampai tiga tahun tanpa ada pencarian, bahkan di momen istimewa. Menurut saya, kepedulian keluarga ini sangat penting sebagai deteksi dini, kan sebenarnya bisa dilacak dari situ,” ungkap Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor, saat wawancara di Kantor Media Group, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.
Komnas Perempuan juga mengkritik keras lemahnya kepedulian komunitas di tingkat mikro atau lingkungan sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Korban diketahui tinggal di sebuah rumah kontrakan dengan dinding berdempetan langsung dengan tetangga.
Namun, selama bertahun-tahun tidak ada laporan mencurigakan dari warga sekitar. Ketua RT setempat bahkan baru mengetahui kondisi korban setelah dalam keadaan kritis dan diminta diantar ke rumah sakit oleh pelaku.
“Ini saya kira sebuah kelalaian sebagai tanggung jawab komunitas. Komunitas kan juga harus bertanggung jawab terhadap anggota sesama komunitasnya, secara moral paling tidak itu kan bertanggung jawab memberikan kepedulian,” ujar Maria.
Maria memperingatkan pembiaran dan hilangnya kepedulian sosial seperti ini sangat berbahaya. Apabila dibiarkan sedikit saja, kasus kekerasan ekstrem ini berpotensi besar berujung pada femisida, yaitu pembunuhan terhadap perempuan berbasis gender.
Sementara itu, anggota Komisi Paripurna, Sri Agustini, menyayangkan pihak keluarga yang sebenarnya sempat mengunggah postingan pencarian orang hilang di media sosial sekitar satu tahun setelah korban menghilang. Namun, unggahan tersebut terpaksa diturunkan karena adanya ancaman yang diterima keluarga.
Sri mengatakan informasi awal semacam itu seharusnya langsung direspons dan ditindaklanjuti serius oleh komunitas maupun aparat penegak hukum. Langkah cepat sangat diperlukan mengingat pelaku diduga memiliki relasi kuasa serta latar belakang pekerjaan tertentu yang memudahkannya mengontrol dan mengintimidasi korban secara penuh.
“Kalau misalnya kita punya alarm sebagai komunitas atau bahkan aparat penegak hukum, ini harusnya dikejar sehingga tidak terjadi pembunuhan, akhirnya sampai terluka parah,” tegas Sri. (Talitha Islamey)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan

