Kondisi ini bukan sekadar rasa lelah biasa, tetapi kelelahan emosional, fisik, dan mental yang terjadi akibat stres berkepanjangan di tempat kerja.
Psikolog klinis Kasandra Putranto mengatakan burnout dapat dikenali dari berbagai tanda, mulai dari kondisi fisik, psikologis, hingga perubahan perilaku dalam bekerja.
“Burnout fisik (ditandai) kelelahan menerus, gangguan tidur, mudah sakit. Dari sisi psikologis kehilangan motivasi, merasa tidak dihargai, mudah marah, sedangkan secara perilaku kerja mengalami penurunan produktivitas, sinisme terhadap pekerjaan, sering absen,” kata Kasandra dilansir Antara, Sabtu, 9 Mei 2026.
Contents
Tanda burnout yang sering tidak disadari
Kasandra juga menyampaikan terdapat tanda psikologis yang kerap diabaikan oleh pekerja yang sangat produktif, seperti kelelahan emosional yang tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat.
Kondisi kelelahan emosional itu disertai perasaan datar atau kehilangan minat pada hal-hal yang dulu “dianggap” menyenangkan, kemudian mulai lebih mudah gelisah, sulit fokus, dan mengalami overthinking terutama terkait pekerjaan.
“Dalam banyak kasus, muncul pula dorongan untuk terus bekerja meski tubuh sudah lelah, karena merasa ‘tidak enak berhenti’ atau takut ketinggalan,” imbuh dia.
Lebih lanjut, Kasandra mengatakan mengakses layanan kesehatan mental secara tepat dan konsisten dapat membantu seseorang agar pulih dari kondisi burnout.
Pemulihan burnout di dunia kerja
Pemulihan burnout dinilainya tidak selalu instan dan bergantung pada tingkat keparahan, dukungan lingkungan, dan keterlibatan individu dalam proses pemulihan.
“Burnout sindrom yang dapat dipulihkan melalui intervensi yang tepat,” tutur dia.
Akses, lanjut dia, terhadap layanan kesehatan mental seperti konseling psikologis, terapi perilaku kognitif (CBT), atau dukungan psikiatri dapat memberikan ruang bagi seseorang untuk memahami sumber stres hingga mengembalikan fungsi psikologis dan produktivitas kerja.
Sejumlah faktor yang mendukung dalam pemulihan kondisi burnout, kata Kasandra, bisa dilakukan dengan menjaga kesehatan dasar sebagai fondasi, di mana mencakup aktivitas seperti tidur yang cukup dan berkualitas, pola makan seimbang dan hidrasi yang memadai.
Kemudian menghindari konsumsi alkohol, kafein, dan zat adiktif lainnya secara berlebihan hingga meluangkan waktu pribadi untuk istirahat, rekreasi, hingga olahraga ringan di sela waktu kerja untuk menjaga sirkulasi dan konsentrasi.
Kasandra juga mengingatkan para pekerja agar menyisihkan waktu istirahat yang “bebas” dari pekerjaan, serta pertahankan aktivitas non-produktif yang memberi energi, seperti berinteraksi sosial atau menjalani hobi tanpa target.
“Intinya produktivitas tetap penting, tetapi tanpa pemulihan dan keseimbangan, kinerja justru akan menurun dan biaya psikologisnya jauh lebih besar dalam jangka panjang,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
