Jakarta: Universitas Pelita Harapan (UPH) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan unggul yang siap menghadapi tantangan global. Dalam Wisuda Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang, sebanyak 4.469 wisudawan resmi dilantik dari berbagai jenjang pendidikan.
Mengusung tema “For I Know to Whom I Have Believed”, wisuda kali ini bukan sekadar seremoni akademik. UPH menekankan pentingnya membangun karakter, integritas, iman, serta kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Para lulusan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Program Doktor, Magister, Sarjana, hingga Diploma Tiga, sebagai generasi sumber daya manusia yang dipersiapkan untuk memasuki dunia profesional dengan kompetensi dan karakter yang kuat.
Dalam sambutannya, Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., menyampaikan pendidikan di UPH tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga mempersiapkan lulusan untuk membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Kami sungguh mengucap syukur kepada Allah atas seluruh pencapaian mahasiswa. Hari ini kami mengutus saudara-saudara untuk menjadi pemimpin dan membawa berkat di tengah masyarakat,” ucapnya dikutip pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), oleh Dr. (H.C.) James T. Riady mengingatkan bahwa setelah menerima gelar akademik, para lulusan akan memasuki dunia yang penuh ambisi dan tuntutan pencapaian.
“Saya berharap kalian membawa pulang dua hal ini, yaitu keyakinan yang kokoh dan kemampuan berpikir kritis. Sebab tanpa itu, kalian dapat dengan mudah dibentuk bukan oleh kebenaran. Jadilah pribadi yang mau berkontribusi dan memimpin, karena kesuksesan sejati adalah ketika seseorang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat,” pesan Dr. James.
Honoris Causa bagi Pelopor Pendidikan di Papua
Momentum wisuda kali ini juga menjadi istimewa dengan penganugerahan gelar akademik kehormatan Doktor Honoris Causa (H.C.) di bidang manajemen kepada Wallace Wiley atau yang akrab disapa Wally, atas dedikasinya dalam memajukan pendidikan di pedalaman Papua.
Selama hampir lima dekade tinggal di Kabupaten Jayapura, pria berusia 78 tahun ini mengabdikan hidupnya untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak Papua.
Berawal dari pengalamannya di dunia penerbangan perintis melalui Mission Aviation Fellowship (MAF), Dr. Wally terdorong mendirikan sekolah setelah menyadari minimnya tenaga lokal asli Papua di bidang aviasi.
Pada 2019, pria kelahiran negara bagian Washington di Amerika Serikat ini bahkan memilih menjadi warga negara Indonesia (WNI) sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan pendidikan di Papua. Hingga kini, lebih dari 17 sekolah dari jenjang TK hingga SMA telah berdiri sebagai buah pengabdiannya.
“Saya sangat merasa terhormat menerima penghargaan ini dari UPH. Namun, ini bukan tentang apa yang telah saya lakukan, melainkan tentang kasih karunia Tuhan dan orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam perjalanan hidup saya. Ketika Tuhan bertanya, ‘Apa yang kamu miliki?’ Apa pun itu baik pendidikan, kemampuan, maupun kesempatan, serahkanlah semuanya kepada-Nya dan biarkan Tuhan yang memimpin langkah kita,” ujarnya.
Lulusan dari berbagai profesi
Wisuda UPH tahun ini juga mencerminkan keberagaman latar belakang para lulusannya, mulai dari figur publik hingga keluarga tokoh nasional. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pendidikan tinggi menjadi ruang pembelajaran yang terbuka bagi siapa saja untuk terus bertumbuh dan mengembangkan diri.
Salah satunya adalah Mawar Eva de Jongh, S.I.Kom., Figur Publik Indonesia yang lulus dari Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Ilmu Komunikasi UPH.
Di tengah padatnya aktivitas di industri hiburan, Mawar tetap menjalani proses perkuliahan dengan komitmen dan disiplin dalam mengatur waktu. Perjalanan akademiknya menjadi inspirasi bahwa semangat belajar dapat berjalan selaras dengan karier profesional, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi fondasi penting bagi pengembangan diri.
Keputusan Mawar untuk melanjutkan studi melalui sistem PJJ berangkat dari kesibukannya di dunia hiburan. Ia mengaku sejak awal mencari program perkuliahan yang fleksibel, tetapi tetap berkualitas.
Ketertarikannya pada ilmu komunikasi juga bukan tanpa alasan. Ia melihat bidang tersebut relevan dengan kehidupan sehari-hari sekaligus mendukung perjalanan kariernya sebagai figur publik.
Mawar juga mengapresiasi sistem pembelajaran daring yang dinilai sangat mendukung proses studinya di tengah jadwal kerja yang dinamis.
“Selama belajar di UPH, saya bukan hanya belajar Ilmu Komunikasi lebih dalam, tapi juga merasa berkembang secara personal dan rohani. Saya sangat bersyukur bisa belajar di UPH. Hopefully saya bisa terus memberikan impact yang baik bagi banyak orang lewat karya dan ilmu yang saya miliki. Untuk teman-teman yang sedang belajar atau yang juga berada di industri hiburan, jangan menyerah. Tetap semangat, tentukan tujuan kalian, dan percaya bahwa kalian pasti bisa,” ucap Mawar.
Selain itu, turut dilantik Evy Harjono, S.H., lulusan Prodi Hukum S1 Kelas Karyawan UPH. Evy merupakan istri dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI periode 2011–2014, Dr. Amir Syamsudin, S.H., M.H. Kehadirannya menjadi bukti bahwa semangat belajar tidak mengenal usia maupun latar belakang, serta menunjukkan komitmen untuk terus mengembangkan diri melalui pendidikan tinggi.
Sebagai bentuk apresiasi, UPH juga memberikan penghargaan kepada lulusan berprestasi, baik dari sisi akademik maupun non-akademik.
Penerima penghargaan pada wisuda kali ini antara lain:
Dr. Donny Setiawan, S.H., M.H. – Peraih IPK Tertinggi Program Doktor (Lulusan Doktor Hukum, Magna Cum Laude, 3.94)
Alexander Panggabean, M.Kom. – Peraih IPK Tertinggi Program Magister (Lulusan Magister Informatika, Summa Cum Laude, 4.00)
Gabriel Alvaro, M.Kom. – Peraih IPK Tertinggi Program Magister (Lulusan Magister Informatika, Summa Cum Laude, 4.00)
dr. Debora Semeia Takaliuang, Sp.Rad. – Peraih IPK Tertinggi Program Pendidikan Dokter Spesialis (Lulusan Program Spesiali Radiologi, Sangat Memuaskan, 3.75)
Lisa, S.Ak. – Peraih IPK Tertinggi Program Sarjana (Lulusan Akuntansi, Summa Cum Laude, 3.97)
Louise Shania Sabela, S.H. – (Lulusan Program Sarjana Hukum,
Peraih SEP Poin Tertinggi dengan 21.895 poin) Wisuda UPH tahun ini menjadi refleksi bahwa pendidikan tinggi membuka ruang bagi siapa saja, baik masyarakat umum, tokoh nasional, maupun aparatur negara, untuk terus bertumbuh, belajar, dan memberi dampak nyata bagi bangsa.
Mengusung tema “For I Know to Whom I Have Believed”, wisuda kali ini bukan sekadar seremoni akademik. UPH menekankan pentingnya membangun karakter, integritas, iman, serta kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Para lulusan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Program Doktor, Magister, Sarjana, hingga Diploma Tiga, sebagai generasi sumber daya manusia yang dipersiapkan untuk memasuki dunia profesional dengan kompetensi dan karakter yang kuat.
Dalam sambutannya, Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., menyampaikan pendidikan di UPH tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga mempersiapkan lulusan untuk membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Kami sungguh mengucap syukur kepada Allah atas seluruh pencapaian mahasiswa. Hari ini kami mengutus saudara-saudara untuk menjadi pemimpin dan membawa berkat di tengah masyarakat,” ucapnya dikutip pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), oleh Dr. (H.C.) James T. Riady mengingatkan bahwa setelah menerima gelar akademik, para lulusan akan memasuki dunia yang penuh ambisi dan tuntutan pencapaian.
“Saya berharap kalian membawa pulang dua hal ini, yaitu keyakinan yang kokoh dan kemampuan berpikir kritis. Sebab tanpa itu, kalian dapat dengan mudah dibentuk bukan oleh kebenaran. Jadilah pribadi yang mau berkontribusi dan memimpin, karena kesuksesan sejati adalah ketika seseorang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat,” pesan Dr. James.
Contents
Honoris Causa bagi Pelopor Pendidikan di Papua
Momentum wisuda kali ini juga menjadi istimewa dengan penganugerahan gelar akademik kehormatan Doktor Honoris Causa (H.C.) di bidang manajemen kepada Wallace Wiley atau yang akrab disapa Wally, atas dedikasinya dalam memajukan pendidikan di pedalaman Papua.
Selama hampir lima dekade tinggal di Kabupaten Jayapura, pria berusia 78 tahun ini mengabdikan hidupnya untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak Papua.
Berawal dari pengalamannya di dunia penerbangan perintis melalui Mission Aviation Fellowship (MAF), Dr. Wally terdorong mendirikan sekolah setelah menyadari minimnya tenaga lokal asli Papua di bidang aviasi.
Pada 2019, pria kelahiran negara bagian Washington di Amerika Serikat ini bahkan memilih menjadi warga negara Indonesia (WNI) sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan pendidikan di Papua. Hingga kini, lebih dari 17 sekolah dari jenjang TK hingga SMA telah berdiri sebagai buah pengabdiannya.
“Saya sangat merasa terhormat menerima penghargaan ini dari UPH. Namun, ini bukan tentang apa yang telah saya lakukan, melainkan tentang kasih karunia Tuhan dan orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam perjalanan hidup saya. Ketika Tuhan bertanya, ‘Apa yang kamu miliki?’ Apa pun itu baik pendidikan, kemampuan, maupun kesempatan, serahkanlah semuanya kepada-Nya dan biarkan Tuhan yang memimpin langkah kita,” ujarnya.
Lulusan dari berbagai profesi
Wisuda UPH tahun ini juga mencerminkan keberagaman latar belakang para lulusannya, mulai dari figur publik hingga keluarga tokoh nasional. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pendidikan tinggi menjadi ruang pembelajaran yang terbuka bagi siapa saja untuk terus bertumbuh dan mengembangkan diri.
Salah satunya adalah Mawar Eva de Jongh, S.I.Kom., Figur Publik Indonesia yang lulus dari Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Ilmu Komunikasi UPH.
Di tengah padatnya aktivitas di industri hiburan, Mawar tetap menjalani proses perkuliahan dengan komitmen dan disiplin dalam mengatur waktu. Perjalanan akademiknya menjadi inspirasi bahwa semangat belajar dapat berjalan selaras dengan karier profesional, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi fondasi penting bagi pengembangan diri.
Keputusan Mawar untuk melanjutkan studi melalui sistem PJJ berangkat dari kesibukannya di dunia hiburan. Ia mengaku sejak awal mencari program perkuliahan yang fleksibel, tetapi tetap berkualitas.
Ketertarikannya pada ilmu komunikasi juga bukan tanpa alasan. Ia melihat bidang tersebut relevan dengan kehidupan sehari-hari sekaligus mendukung perjalanan kariernya sebagai figur publik.
Mawar juga mengapresiasi sistem pembelajaran daring yang dinilai sangat mendukung proses studinya di tengah jadwal kerja yang dinamis.
“Selama belajar di UPH, saya bukan hanya belajar Ilmu Komunikasi lebih dalam, tapi juga merasa berkembang secara personal dan rohani. Saya sangat bersyukur bisa belajar di UPH. Hopefully saya bisa terus memberikan impact yang baik bagi banyak orang lewat karya dan ilmu yang saya miliki. Untuk teman-teman yang sedang belajar atau yang juga berada di industri hiburan, jangan menyerah. Tetap semangat, tentukan tujuan kalian, dan percaya bahwa kalian pasti bisa,” ucap Mawar.
Selain itu, turut dilantik Evy Harjono, S.H., lulusan Prodi Hukum S1 Kelas Karyawan UPH. Evy merupakan istri dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI periode 2011–2014, Dr. Amir Syamsudin, S.H., M.H. Kehadirannya menjadi bukti bahwa semangat belajar tidak mengenal usia maupun latar belakang, serta menunjukkan komitmen untuk terus mengembangkan diri melalui pendidikan tinggi.
Sebagai bentuk apresiasi, UPH juga memberikan penghargaan kepada lulusan berprestasi, baik dari sisi akademik maupun non-akademik.
Penerima penghargaan pada wisuda kali ini antara lain:
- Dr. Donny Setiawan, S.H., M.H. – Peraih IPK Tertinggi Program Doktor (Lulusan Doktor Hukum, Magna Cum Laude, 3.94)
- Alexander Panggabean, M.Kom. – Peraih IPK Tertinggi Program Magister (Lulusan Magister Informatika, Summa Cum Laude, 4.00)
- Gabriel Alvaro, M.Kom. – Peraih IPK Tertinggi Program Magister (Lulusan Magister Informatika, Summa Cum Laude, 4.00)
- dr. Debora Semeia Takaliuang, Sp.Rad. – Peraih IPK Tertinggi Program Pendidikan Dokter Spesialis (Lulusan Program Spesiali Radiologi, Sangat Memuaskan, 3.75)
- Lisa, S.Ak. – Peraih IPK Tertinggi Program Sarjana (Lulusan Akuntansi, Summa Cum Laude, 3.97)
- Louise Shania Sabela, S.H. – (Lulusan Program Sarjana Hukum,
Peraih SEP Poin Tertinggi dengan 21.895 poin) Wisuda UPH tahun ini menjadi refleksi bahwa pendidikan tinggi membuka ruang bagi siapa saja, baik masyarakat umum, tokoh nasional, maupun aparatur negara, untuk terus bertumbuh, belajar, dan memberi dampak nyata bagi bangsa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
