
Pemerintah meyakini, mudik Lebaran tahun ini akan berdampak positif bagi perekonomian nasional yang sempat tersendat tiga tahun lalu akibat merebaknya pandemi covid-19. Tahun ini, Hari Raya kembali membawa berkah, omzetnya diperkirakan mencapai Rp 240 triliun.
Angka tersebut berdasarkan perhitungan Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Perputaran mata uang terjadi karena wisatawan membawa pulang uang yang cukup ke kampung halamannya dan jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah tujuan wisata cukup tinggi.
“Tapi ini angka sementara 240 triliun rupiah. Ini perputaran ekonomi, dan bisa lebih tinggi lagi jika melihat beberapa destinasi pariwisata dan hub ekonomi kreatif membludak melebihi target awal kita,” kata Sandy Yaga beberapa waktu lalu.
Sandiaga mengaku sudah melaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang situasi di destinasi jantung ekonomi kreatif itu terkait dengan proses pemulangan sekitar 123,8 juta wisatawan.
Berdasarkan angkanya, Sandiaga menyebut setiap penumpang akan mengeluarkan uang Rp 1,9 juta. Hingga 92% pemudik akan berwisata, dan yang tidak mudik juga akan berwisata bersama keluarga di tempat masing-masing.
Alhasil, kata dia, data menunjukkan pemulihan pariwisata hampir tepat sasaran. Karena diyakini mampu meraih kunjungan wisatawan mancanegara hingga 8,5 juta pelaku.
“Untuk kampanye wisata nusantara, targetnya 1,4 miliar kunjungan wisatawan di nusantara ini, sehingga 35% sampai 40% bisa tercapai hingga akhir mudik Lebaran ini, jadi tentu kita harapkan target menciptakan 4,4 juta lapangan kerja di tahun ini. sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Bisa saja terjadi tahun ini,” katanya.
Peredaran uang harus dioptimalkan
Sementara itu, Teuku Riefky, ekonom ekonomi makro dan keuangan Institut Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia, menilai peredaran uang sebesar 240 triliun rupiah pada Lebaran tahun ini sangat mungkin terjadi. Pasalnya, durasi libur yang relatif panjang dipandang sebagai nilai tambah masa mudik Indonesia dibandingkan hari libur lainnya.
“Saya kira nilai peredaran uang hingga 240 triliun rupiah sangat mungkin terealisasi, dan mengingat arus balik sudah kembali normal tahun ini, bahkan tahun ini bisa dikatakan lebih tinggi dari situasi sebelum pandemi, ” jelas Rifki.
Menurutnya, peredaran uang pokok perlu dioptimalkan agar dapat memberikan dampak yang nyata bagi perekonomian daerah dan nasional. Sebab, lebaran hanya bisa mendongkrak daya beli masyarakat dalam waktu relatif singkat.
Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas perputaran uang yang terjadi pada saat lebaran. Hal ini dapat dicapai dengan menyediakan infrastruktur dan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan demikian, investasi akan masuk ke bidang-bidang terkait dan mendorong produktivitas yang lebih tinggi melalui perputaran uang yang berlangsung dalam jangka panjang. “Relatif sulit (merevitalisasi ekonomi daerah). Karena terjadi pengeluaran Memerlukan dan konsumsi, bukan dalam bentuk investasi,” kata Riefky.
“Jadi mungkin cukup sulit meningkatkan produktivitas dalam jangka panjang. Tapi kalau ingin meningkatkan aktivitas ekonomi dalam jangka pendek, sangat mungkin,” lanjutnya.
Pembangunan ekonomi daerah yang signifikan
Di sisi lain, Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang membidangi pembangunan swadaya daerah, mengatakan dengan banyaknya wisatawan, dapat dipastikan perekonomian daerah sebagai tujuan kembali akan semarak dan mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Kardin memperkirakan peredaran uang di Tanah Air diperkirakan mencapai 92,3 triliun rupiah selama libur Idul Fitri tahun ini.
“Angka tersebut dihitung berdasarkan jumlah pemudik sebanyak 123,8 juta orang atau setara dengan 30.752.000 keluarga. Jika setiap keluarga membawa rata-rata Rp3 juta maka perputaran modal diperkirakan mencapai Rp92,3 triliun,” kata Sarman melalui sambutannya. dibuat beberapa waktu lalu.
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa hitungannya adalah rata-rata minimum. Peredaran uang akan melintasi bidang usaha transportasi darat seperti bus, persewaan, kereta api, mobil pribadi, sepeda motor, dan lain-lain; penjual barang-barang khusus dan cinderamata, warung dan toko di daerah tersebut, dan berbagai makanan khas daerah.
Peredaran uang terutama terkonsentrasi di Pulau Jawa yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten dan Jabodetabek sebesar 62,5%, dengan total 77,3 juta wisatawan atau setara dengan 19,325 juta rumah tangga. Sisanya tersebar di Sumatera, Kalimantan, Bali/NTB, Sulawesi, NTT, Maluku, dan Papua.
Daya beli masyarakat melonjak
Menurut Piter Abdullah, ekonom senior dan pendiri Segara Institut, peredaran uang selalu produktif karena memiliki nilai tambah.
Adanya peredaran mata uang dapat dijelaskan sebagai aktivitas belanja yang menunjukkan bahwa masyarakat memiliki daya beli. Oleh karena itu, diyakini bahwa peningkatan perputaran uang pada saat mudik dapat berdampak signifikan terhadap perekonomian.
Dijelaskannya: “Peredaran uang selalu produktif dan menggerakkan perekonomian nasional. Kegiatan tidak produktif adalah kegiatan yang tidak memutar perekonomian dan tidak mengedarkan uang.”
“Ketika uang beredar, ada penciptaan Nilai ditambahkanMengacu pada hasil tinggi. Bahkan sumbangan THR (Tunjangan Hari Raya) untuk keluarga akan berbuah manis. Karena pada akhirnya meningkatkan daya beli yang berujung pada transaksi ekonomi dengan nilai tambah,” tambah Piter.
Perputaran uang di rumah berdampak signifikan pada tahun ini berasal dari asumsi peningkatan jumlah wisatawan yang mencapai 123,8 juta, meningkat 44% dari tahun lalu sebesar 88,5 juta.
Kegiatan mudik identik dengan peningkatan tajam dalam transaksi ekonomi, kata Peter. Itu terjadi di hampir semua industri seperti perdagangan, hiburan, hotel, restoran dan bidang terkait lainnya.
“Semua itu merupakan bentuk peredaran uang. Mengacu pada data arus balik yang meningkat, wajar jika pemerintah memperkirakan peredaran uang akan meningkat sebesar 240 triliun rupiah. Bank Indonesia juga memperkirakan peningkatan ini berasal dari tahun-tahun awal melalui pemberian uang tunai,” jelasnya.
Pasokan Uang Melonjak Saat Puasa Dimulai
Mudik Idul Fitri tahun ini memang menjadi berkah ekonomi bagi Indonesia. Hal ini terlihat dari prakiraan Bank Indonesia sebelumnya yang menunjukkan pertumbuhan uang beredar positif pada Maret 2023 (awal puasa).
Bank sentral dalam keterangan resminya menyebutkan uang beredar luas (M2) pada Maret 2023 sebesar Rp 8.293,6 triliun, naik 6,2% atau waktu yang sama tahun lalu (tahun ke tahun). Perkembangan tersebut terutama didorong oleh peningkatan uang beredar sempit (M1) sebesar 4,8% (yoy) dan uang kuasi yang meningkat sebesar 8,0% (yoy).
Uang beredar (M1) dalam arti sempit meliputi uang yang dimiliki masyarakat dan giro (giro dalam denominasi rupiah). Sedangkan jumlah uang beredar luas (M2) terdiri dari M1 ditambah deposito berjangka dan tabungan masyarakat bank.
Sedangkan quasi currency adalah simpanan milik swasta domestik di Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang dapat berfungsi sebagai uang kartal, namun untuk sementara kehilangan fungsinya sebagai alat tukar.
Sementara itu, pertumbuhan M2 pada Maret 2023 terutama didorong oleh perkembangan penyaluran kredit Pemerintah Pusat dan piutang bersih. Alokasi kredit sendiri meningkat 9,8% (year-on-year) menjadi Rp 6.424,4 triliun selama satu bulan, sejalan dengan peningkatan kredit produktif dan konsumer.
Di sisi lain, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada Maret 2023 sebesar Rp 7.759,3 triliun, tumbuh 7,2% secara year on year. Perkembangan ini dipengaruhi oleh laju pertumbuhan DPK korporasi dan individu.
Seperti kita ketahui bersama, DPK adalah dana yang dimiliki oleh masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito bank. Dalam hal ini masyarakat perorangan, perusahaan, pemerintah, keluarga, koperasi, yayasan, dan masyarakat lainnya menghimpun dana dari bank dalam rupiah dan valuta asing.
(HUS)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan

